Piala AFF 2020 dan Polemik Ban Kapten Pelangi, Warganet: No LGBT, This is Football!

- Senin, 6 Desember 2021 | 06:47 WIB
Kapten timnas Thailand Teerasil Dangda dsn bsn kapten pelangi (Instagram@bolablangkon)
Kapten timnas Thailand Teerasil Dangda dsn bsn kapten pelangi (Instagram@bolablangkon)

 

suaramerdeka-jakarta.com‐ Ada yang tidak lazim pada ajang piala AFF kali ini. Dikenakannya simbol simbol sarat kontroversi menjadi pertanyaan khalayak penggemar si kulit bundar.

Contohnya Ban kapten pelangi yang dikenakan Teerasil Dangda bersama timnas Thailand pada laga perdana Grup A Piala AFF 2020 (2021) melawan Timor Leste, Jadi polemik.

Dipartai selanjutnya kapten timnas Myanmar juga mengenakan ban kapten pelangi ketika berhadapan dengan tuan rumah Singapura.

Sebagian netizen mempermasalahkan ban kapten pelangi yang dikenakan Teerasil. Diketahui, ban kapten pelangi merupakan bentuk dukungan dari pesepakbola untuk komunitas LGBT +.

Baca Juga: Piala AFF 2020: Timnas Thailand Menang Susah Payah Atas Timor Leste 2-0

Bentuk dukungan tersebut lumrah dilakukan di berbagai kompetisi sepak bola Eropa, termasuk Liga Inggris. Namun, apa yang dilakukan Teerasil jadi hal baru di ASEAN.

Dari akun instagram resmi Piala AFF 2020 @affsuzukicup 300 lebih komentar warganet mempertanyakan kebijakan diperbolehkannya menggunakan simbol pelangi di pentas Sepakbola  terbesar se Asean tersebut

"No place for raimbow symbol in south east asia kata akun siti lestari 

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Egy Buka Peluang Tampil di UEFA Conference League

Jumat, 21 Januari 2022 | 16:11 WIB

Hasil Liga 1: PSIS Semarang Tahan Imbang Arema FC 0-0

Selasa, 18 Januari 2022 | 06:45 WIB
X