IPW Desak Kapolri Cabut Izin Kompetisi Seluruh Liga Yang Dilakukan PSSI, 153 Orang Tewas Di Kanjuruhan

- Minggu, 2 Oktober 2022 | 09:28 WIB
Ratusan nyawa fans sepakbola melayang akibat kericuhan di stadion Kanjuruhan Malang usai tuan rumah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya di pekan ke-11 liga 1 2022/2023 (Foto: Dokumentasi Suara Merdeka Jakarta)
Ratusan nyawa fans sepakbola melayang akibat kericuhan di stadion Kanjuruhan Malang usai tuan rumah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya di pekan ke-11 liga 1 2022/2023 (Foto: Dokumentasi Suara Merdeka Jakarta)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-Tragedi nasional terjadi di lapangan sepak bola. Ratusan nyawa fans sepakbola melayang akibat kericuhan di stadion Kanjuruhan Malang usai tuan rumah Arema FC kalah 2-3 dari Persebaya di pekan ke-11 liga 1 2022/2023, Sabtu (1 Oktober 2022).

Pengumuman tewasnya ratusan orang meninggal dunia itu disampaikan langsung oleh Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta. "Dalam kejadian tersebut telah meninggal 127 orang, dua di antaranya anggota Polri," ungkapnya dalam konferensi pers di Malang, Minggu (2 Oktober 2022).

Laporan terkini diterima redaksi yakni 153 korban tewas akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang bahkan jumlah korban tewas diperkirakan terus bertambah.

Dengan adanya kejadian tersebut, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo untuk mencabut ijin penyelenggaraan sementara seluruh kompetisi liga yang dilakukan PSSI sebagai bahan evaluasi harkamtibmas.

Laporan terkini diterima redaksi yakni 153 korban tewas akibat tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang bahkan jumlah korban tewas diperkirakan terus bertambah (Screenshoot instagram/@liga1match)

"Disamping, menganalisa sistem pengamanan yang dilaksanakan oleh aparat kepolisian dalam mengendalikan kericuhan di sepak bola ujar Sugeng Teguh Santoso
Ketua Indonesia Police Watch pada siaran persnya, minggu (2/10).

Baca Juga: Kerusuhan Arema vs Persebaya, PSSI Langsung Bentuk Tim Investigasi dan Berangkat ke Malang

Pasalnya, kericuhan dalam tragedi tragis itu berawal dari kekecewaan suporter tim tuan rumah yang turun ke lapangan tanpa dapat dikendalikan oleh pihak keamanan.

Bahkan, aparat kepolisian yang tidak sebanding dengan jumlah penonton, secara membabi buta menembakkan gas air mata sehingga menimbulkan kepanikan terhadap penonton yang jumlahnya ribuan.

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Komentar PSSI Usai Gagal Jadi Host Piala Asia 2023

Senin, 17 Oktober 2022 | 22:05 WIB

Suporter Harus Lebih Adem Jelang Laga Persib vs Persija

Jumat, 30 September 2022 | 16:43 WIB
X