Alzier : Jangan Sampai Sepakbola Indonesia Makin Runyam Karena Rekomendasi TGIPF

- Sabtu, 15 Oktober 2022 | 18:29 WIB
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Instagram/@ochamadIriawan84)
Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Instagram/@ochamadIriawan84)

Jakarta, suaramerdeka-jakarta.com – Politisi senior Alzier Dianis Thabranie khawatir, Federasi Sepakbola Internasional atau FIFA menjatuhkan sanksi pada sepakbola Indonesia menyusul rekomendasi TGIPF yang meminta Ketua Umum PSSI Muchamad Iriawan beserta jajaran Executive Committee mundur.

Menurut dia, jika FIFA menjatuhkan sanksi pada Indonesia, maka Timnas Indonesia tidak boleh mengikuti pertandingan-pertandingan sepakbola internasional seperti Piala AFF, Piala Asia, Piala Dunia, bahkan rencana Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2023 bisa dibatalkan.

“Itu sudah pasti. Sebagai orang KONI saya tahu itu, saya sudah dengar kabar itu. Karena itu, harus hati-hati, jangan karena rekomendasi TGIPF, sepakbola Indonesia jadi susah,” ujar Alzier, Sabtu (15/10/2022).

Baca Juga: Hasil Tim Satgas Transformasi Bentukan FIFA-PSSI: Liga 1 Digelar 25 November

Dia menegaskan, Ketua Umum PSSI tidak boleh diminta mundur, kecuali di Kongres atau Kongres Luar Biasa. Tetapi Kongres PSSI pun ada aturannya seperti termaktub dalam statuta FIFA. Karena itu, dalam situasi yang sulit seperti saat ini, ada baiknya tidak melakukan hal-hal yang bisa memancing jatuhnya sanksi dari FIFA.

Waketum KSPSI ini menilai, sekarang ini terlalu mudah orang bicara soal tanggungjawab moral seseorang, tetapi tanpa melihat moralitasnya sendiri. Alzier berpendapat, rekomendasi TGIPF terkesan ingin menggantikan posisi Ketum PSSI.

“Rekomendasi TGIPF tidak fair, sarat konflik kepentingaan. Kita amati, terlalu mudah menjatuhkan orang dengan memanipulasi nilai-nilai moral, padahal itu hak absolut Tuhan. Saya lihat, permainan sepakbola ini mau dipindah ke permainan non-sepakbola di luar lapangan,” tukasnya.

Baca Juga: Desakan Mundur Iwan Bule Buntut Tragedi Kanjuruhan, STY: Maka Saya pun Harus Mengundurkan Diri

Sementara itu, pengamat kebijakan publik, Didiet Haryadi Priyohutomo menilai, hasil rekomendasi TGIPF pimpinan Mahfud MD tidak signifikan dan tidak sesuai dengan harapan masyarakat. Kata dia, terlalu mahal kalau rekomendasinya meminta Ketua Umum PSSI mundur dan mendesak PSSI lakukan KLB untuk memilih ketua umum baru.

“Terlalu mahal kalau hasilnya hanya seperti itu. Kan Tim dipimpin Menko Polhukam, dibentuk melalui Keppres, anggotanya orang-orang hebat, hasilnya dilaporkan ke presiden. Honornya pasti juga tidak murah, kok rekomendasinya cuma meminta Ketum PSSI mundur, minta dilakukan KLB untuk memilih Ketum PSSI yang baru. Makanya terlalu mahal kalau hanya seperti itu. Saya menilai, rekomendasi TGIPF tak sesuai harapan masyarakat, ini yang kita prihatin,” ungkap Didiet.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X