Kualitas Wasit Pengaruhi Jalannya Pertandingan Sepak Bola

- Senin, 23 Januari 2023 | 20:54 WIB
Guru Besar Psikologi Olah Raga Universitas Negeri Yogyakarta Dimyati. (Dok. FAPSI)
Guru Besar Psikologi Olah Raga Universitas Negeri Yogyakarta Dimyati. (Dok. FAPSI)

SURABAYA, suaramerdeka-jakarta.com - Pembinaan kualitas sumber daya manusia (SDM), tidak terbatas pada pemain saja. Akan tetapi juga kualitas wasit sebagai pengadil lapangan.

"Keberadaan wasit menjadi salah satu unsur penting dalam memajukan sepak bola nasional," kata Guru Besar Psikologi Olah Raga Universitas Negeri Yogyakarta Dimyati di Surabaya, Senin (23/1).

Hal itu dikatakannya saat memberikan pemaparan dalam seminar nasional Forum Akademisi Penggemar Sepak Bola Indonesia (FAPSI). Seminar itu bertajuk Revolusi SDM Sepak Bola Indonesia: Manajemen Pembinaan Talenta, Skill, Mental dan Spriritualitas.

"Keputusan wasit yang tidak adil dalam memimpin jalannya sebuah pertandingan, akan menuai polemik. B Baik bagi para pemain maupun para supporter pendukung yang merasa dicurangi," ujarnya.

Sehingga, dia mendorong supaya ada penguatan wasit yang berkualitas dan berkarakter. Karena, realitas yang tidak bisa dipisahkan dari kelancaran atau baiknya pertandingan salah satunya adalah ditentukan oleh komponen wasit.

"Saya melihat, wasit di Indonesia tidak bisa independen. Hal itu karena banyak persoalan-persoalan yang melekat pada dirinya," tandasnya.

Pemodal
Dimana tugas ke depan akan semakin berat, karena sepak bola di Indonesia sudah dikuasai oleh pemodal. Sedangkan wasit yang tidak memiliki psikologis yang kuat dan berkarakter, akan mudah terpengaruh oleh tekanan-tekanan.

"Baik dari dalam lapangan maupun tekanan dari kepentingan-kepentingan oknum tertentu. Dan tekanan-tekanan pada wasit dalam memimpin pertandingan, akan sangat menjadi faktor psikologis yang berat," tegasnya.

Namun dia optimis, apabila wasit ditingkatkan kemampuan psikologisnya, maka akan memiliki kekuatan karakter yang baik. Sehingga, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) perlu meniru federasi induk sepak bola negara-negara maju.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X