Erick Thohir: Butuh Investasi untuk Bangun Kota Cerdas

- Kamis, 25 Mei 2023 | 22:28 WIB
Menteri BUMN Erick Thohir kunjungi pagelaran hari kedua Indonesia-China Smart City Technology & Investment Expo 2023 di Hotel Shangri-La. (Dok. Istimewa)
Menteri BUMN Erick Thohir kunjungi pagelaran hari kedua Indonesia-China Smart City Technology & Investment Expo 2023 di Hotel Shangri-La. (Dok. Istimewa)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com  - Menteri BUMN Erick Thohir kunjungi pagelaran hari kedua Indonesia-China Smart City Technology & Investment Expo 2023 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (25/5/2023).

Dalam kunjunganya tersebut, Erick mengaku Indonesia sangat terbuka untuk berkolaborasi dengan China dalam pengembangan kota cerdas atau Smart City.

Erick menjelaskan, smart city atau kota cerdas merupakan bagian dari kehidupan generasi muda yang berharap akan kemudahan dan perubahan.

Idealnya, paling tidak dalam satu negara harus ada 10 smart city. Akan tetapi, di Indonesia baru ada tiga kota pintar, yaitu Jakarta, Medan, dan Makassar.

Baca Juga: Berbekal Jadi Tuan Rumah, Erick Thohir Yakin Timnas Indonesia U-23 Lolos Piala Asia

Kendati demikian, lanjut Erick, mengembangkan kota-kota yang sudah ada menjadi kota pintar masih bisa dilakukan. Hanya saja, ongkosnya lebih mahal.

Untuk itu, sebagai negara yang sudah lama bersahabat dengan China, Indonesia sangat terbuka untuk berkolaborasi dalam hal meningkatkan investasi membangun kota cerdas.

"Kami di BUMN sangat welcome berkolaborasi. ZTE dan Huawei sudah cukup lama berkolaborasi untuk digital ekonomi. Kami berharap kegiatan kolaborasi Indonesia-China ini bisa terus ditingkatkan," kata Thohir saat menjadi pembicara di panggung utama Smart City Technology & Investment Expo 2023 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (25/5/2023).

Baca Juga: RI Hadiri Sidang ILC ke-111 di Swiss, Ada Sejumlah Agenda yang Akan Dibicarakan

Ia menuturkan soal kerjasama Indonesia dan China. Keduanya sepakat untuk meningkatkan investasi di sektor-sektor strategis, seperti infrastruktur, energi, teknologi, dan pariwisata.

Selain sektor infrastruktur dan energi, Indonesia dan China juga berencana untuk meningkatkan pertukaran teknologi dan inovasi.

Kedua negara akan memfasilitasi pertukaran peneliti dan ahli di berbagai bidang, seperti teknologi digital, kecerdasan buatan, dan manufaktur pintar.

Kolaborasi ini diharapkan akan mendorong pertumbuhan sektor industri tinggi dan meningkatkan daya saing kedua negara di tingkat global.

Baca Juga: Cyber University Ikut Andil dalam Acara IEEE International Conference di India

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Rangkul Pelajar Dunia, BNI Diapresiasi KBUMN

Minggu, 28 Mei 2023 | 16:37 WIB

The Best Bank, BNI Perkuat Transformasi

Sabtu, 27 Mei 2023 | 21:57 WIB

Dukung UMKM, Hibank Luncurkan Produk Terbaru

Jumat, 26 Mei 2023 | 19:46 WIB

Resmi Meluncur, Hibank Fokus ke Segmen UMKM

Jumat, 26 Mei 2023 | 09:29 WIB
X