UMKM Ini Lalui Badai Saat Pandemi Berkat Pemasaran Digital

- Jumat, 24 September 2021 | 21:50 WIB
Produk Galih Kelapa (Google Indonesia)
Produk Galih Kelapa (Google Indonesia)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Kondisi pandemi Covid-19 selama satu setengah tahun terakhir telah memukul sektor pariwisata. Banyak pula Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di sektor pariwisata yang nyaris gulung tikar karena anjloknya penjualan. Namun, tak sedikit pula UMKM yang bertahan dengan bergabung dalam ekosistem digital.

Adalah Faturrahman (48) dan sang istri Ernawiati, yang memulai usaha seni dan kerajinan dari batok kelapa sejak tahun 2000. Pasangan ini berhasil melalui badai kala pandemi dan memperluas pasar produk 'Galih Kelapa' yang mereka rintis berkat mengikuti pelatihan Gapura Digital untuk Wonderful Indonesia dalam mempertahankan usahanya.

Awalnya, pelaku UMKM asal Lombok ini menemukan batok kelapa menjadi limbah di daerahnya dengan jumlah yang sangat melimpah. Ia pun memiliki gagasan untuk mengubah batok kelapa menjadi barang bernilai guna dan estetik sehingga memiliki harga jual yang tinggi, seperti kerajinan tangan dan pernak-pernik suvenir lainnya. Ia mulai memproduksi sendok, garpu, sumpit, gelas, tempat tisu, centong sayur, mangkok dan lain-lain dengan menggunakan batok kelapa sebagai bahan baku utama.

Semula ia memasarkan produk secara door-to-door dengan mendatangi perhotelan dan perkantoran untuk mempromosikan produknya. Ia juga membuat brosur-brosur agar lebih banyak orang yang mengenal dan mengetahui produk buatannya. Lambat laun usaha itu terus bertumbuh. Ia mulai mengajak para ibu rumah tangga di sekitar rumahnya untuk membantu proses produksi.

“80% dari tenaga kerja kami adalah ibu rumah tangga, mereka tetangga-tetangga di lingkungan rumah saya. Saya ingin bermanfaat bagi lingkungan sekitar, dan juga membantu mereka agar memiliki ekonomi yang lebih baik,” ungkap Faturrahman melalui keterangan tertulis, Jumat, 24 September 2021.

Hingga di tahun 2009, melalui pihak kedua dan ketiga, Galih Kelapa berhasil di ekspor ke beberapa negara, termasuk Polandia, Kanada, Venezuela, Prancis, dan beberapa negara tetangga. Ia berhasil meraih omzet hingga 20 juta perbulan berkat Galih Kelapa.

Ketika pandemi Covid-19 datang, penurunan omzet sangat dirasakan olehnya. “Omzet kami menurun hingga 70% karena pesanan sangat sedikit. Bahkan saat ini kami sama sekali tidak mendapat pemasukan,"tambahnya.

Ia bahkan harus mengurangi tenaga kerja hingga hanya 3-5 orang saja. Usaha harus terus berlanjut, Faturrahman dan istrinya mencari cara agar produknya lebih dikenal oleh banyak pelanggan baru. Hingga ia akhirnya mengikuti pelatihan dari Google yang bekerja sama dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yaitu program Gapura Digital untuk Wonderful Indonesia. Pelatihan ini bertujuan agar pelaku UMKM di sektor pariwisata dapat memanfaatkan peluang bisnis secara digital, baik selama masa pandemi COVID-19 maupun seterusnya.

“Setelah mengikuti pelatihan ini, banyak ilmu yang sangat bermanfaat dan saya menjadi paham betapa pentingnya pemasaran digital. Walaupun saya sudah berumur, saya harus bisa beradaptasi di masa sekarang yang sangat mengandalkan penjualan online dan saya harus banyak belajar tentang digital agar media sosial yang kami punya bisa mempromosikan produk kami secara maksimal ke pelanggan,” papar Faturrahman

Pelatihan itu memberikan materi Business Profile dan media sosial. "Business Profile dapat langsung terhubung dengan Maps sehingga memudahkan pelanggan untuk menemukan toko kami. Begitu juga materi media sosial yang sangat membantu saya untuk memaksimalkan penggunaanya karena sebelum mengikuti pelatihan ini,penggunaan media sosial kami masih sangat minim, bahkan tidak dikelola,” pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

SKF 2022 Menggelorakan Perputaran Ekonomi Solo

Senin, 25 Juli 2022 | 17:07 WIB

KemenKopUKM Gencarkan Sosialisasi UU Cipta Kerja

Sabtu, 16 Juli 2022 | 10:46 WIB

Ritel Tumbuh, Ekonomi Pulih

Kamis, 14 Juli 2022 | 20:31 WIB

LPEI Ajak Generasi Muda Indonesia Jadi Eksportir

Selasa, 5 Juli 2022 | 21:47 WIB
X