AASI Dorong 44 Unit Syariah Perusahaan Asuransi Spin Off

- Kamis, 30 September 2021 | 19:24 WIB
Ilustrasi (Pixabay.com)
Ilustrasi (Pixabay.com)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) mendorong 44 unit syariah segera spin off atau memisahkan diri jelang tahun 2024. Hal ini merupakan amanat Undang-undang Nomor 40 tahun 2014 tentang Perasuransian serta Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 67/POJK.05/2016 Nomor 67 Tahun 2017 tentang Perizinan Usaha dan Kelembagaan Perusahaan Asuransi, Perusahaan Asuransi Syariah, Perusahaan Reasuransi, dan Perusahaan Reasuransi Syariah.

Direktur Industri Keuangan Non Bank Syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kris Ibnu Roosmawati menjelaskan di sisa waktu menjelang tahun 2024 ada sebanyak 44 Unit Syariah yang akan menindaklanjuti terkait Rencana Kerja Pemisahan Unit Syariah (RKPUS) perusahaan asuransi yang

"Perusahaan asuransi atau perusahaan reasuransi yang memiliki unit syariah wajib melakukan pemisahan unit syariah jika telah memenuhi ketentuan dari regulator, baik menurut Undang-undang maupun dari POJK, yaitu apabila dana tabarru’ dan dana investasi peserta telah mencapai 50 persen dari total nilai dana asuransi, dana tabarru’, dan dana investasi peserta pada perusahaan induknya atau sudah 10 tahun sejak diundangkannya Undang-undang Nomor 40 tahun 2014," paparnya dalam keterangan, Kamis, 30 September 2021.

Pelaksanaan aturan kewajiban spin off ini dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan mendirikan perusahaan baru yang diikuti dengan pengalihan seluruh portofolio kepesertaan unit syariah kepada perusahaan baru tersebut atau dengan mengalihkan seluruh portofolio kepesertaan unit syariah kepada perusahaan lain yang telah memperoleh izin usaha.

Kris menambahkan bahwa sesuai dengan aturannya, setelah penyampaian RKPUS, perusahaan dapat melakukan perubahan terhadap RKPUS yang telah disetujui oleh OJK, paling banyak 2 kali yang disampaikan kepada OJK dan paling lambat 1 tahun sejak tanggal surat persetujuan OJK atas RKPUS pertama.

“Jadi untuk regulasi saat ini, terkait dengan spin off masih berpegang terhadap ketentuan-ketentuan yang ada,” ungkapnya.

Terkait dengan relaksasi karena pandemi, dia mengatakan bahwa sejauh ini OJK belum mendapatkan informasi atau sikap khusus untuk asuransi dari pemerintah, termasuk untuk kewajiban spin off. OJK sendiri sebenarnya sudah mengajukan tiga hal untuk relaksasi, termasuk didalamnya untuk asuransi.

Selain itu, lanjutnya, sejauh ini juga belum ada arahan untuk mengeluarkan POJK terkait kebijakan sinergi asuransi syariah dengan perusahaan induk konvensional. Namun, jika hal tersebut bisa menjadi wacana dan juga dilakukan oleh industri lainnya, barangkali bisa didiskusikan dan dikaji lebih lanjut.

Direktur Eksekutif AASI Erwin Noekman menambahkan pada tahun 2018 lalu, AASI telah menggelar workshop terkait proses spin off bagi para perusahaan asuransi yang memiliki unit syariah. Workshop tersebut, lanjut Erwin, menghasilkan format standar dan simulasi financial modelling dalam rangka memberikan gambaran kepada anggota AASI yang akan melakukan spin off. Imbasnya, ada yang langsung melakukan kajian di tahun 2018, ada yang di tahun 2019 dan ada pula di tahun 2020.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

AXA Mandiri Luncurkan Layanan Digital Emma

Kamis, 25 November 2021 | 21:28 WIB

Cara Milenial Pakai Kartu Kredit Tanpa Boros

Selasa, 2 November 2021 | 21:41 WIB

Danamon Gandeng Grab Luncurkan Kartu Kredit Inovatif

Selasa, 2 November 2021 | 21:10 WIB

Kinerja Ekspor Perdagangan ke China Meningkat

Senin, 1 November 2021 | 23:57 WIB

Pascamerger, Laba BSI Melonjak 37,01%

Kamis, 28 Oktober 2021 | 21:26 WIB

Pembeli ORI020 Didominasi Ibu-ibu

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:21 WIB

Obligasi Ritel Seri ORI020 Laku Rp15 Triliun

Senin, 25 Oktober 2021 | 16:44 WIB

TAF Bangun Jakarta Service Lounge di Mal

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 09:44 WIB

TAF Perbarui Aplikasi Digital FLEX

Jumat, 22 Oktober 2021 | 22:14 WIB

Astra Life Luncurkan Kampanye #BetterSandwichGen

Jumat, 22 Oktober 2021 | 11:12 WIB

6 Prinsip Dasar Asuransi

Senin, 18 Oktober 2021 | 19:33 WIB
X