ASPEBINDO amankan pasokan batu bara dalam negeri

Budi Nugraha
- Senin, 11 Oktober 2021 | 22:05 WIB
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
    Newcasle,Australia, Suara Merdeka-Jakarta-Com.- Selasa 5/10/21 Pada perdagangan di pasar ICE Newcastle (Australia), Harga batu bara benar-benar tak terhentikan, harga batu bara melonjak 12,45% dibandingkan hari sebelumnya, sekaligus menjadi rekor tertinggi sejak tahun 2008.
 
    Ketua Umum Asosiasi Pemasok Batu Bara dan Energi Indonesia (ASPEBINDO), Dr. Anggawira  Menyampaikan “Dengan terus melejitnya harga batu bara dalam perdagangan  dunia ini harus tetap di perhatikan pasokan kebutuhan dalam negeri”, ujarnya. 
 
   Berdasarkan data Minerba One Data Indonesia (MODI) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, penerimaan negara dari sektor pertambangan mineral dan batu bara hingga hari ini, Rabu (6/10/2021), tercatat telah menembus Rp 49,84 triliun. Jumlah penerimaan ini bahkan telah melampaui target yang direncanakan yaitu sebesar Rp 39,1 triliun. 
 
   “Harga batu bara saat ini masuk dalam harga tertinggi dalam 1 dekade, namun ini bisa berdampak buruk jika kita tidak mengamankan kebutuhan negeri kita sendiri,” kata Anggawira pada Sabtu (09/10/2021). 
 
 
    Anggawira menambahkan agar Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bisa saling berkolaborasi dengan ASPEBINDO mengingat total saat ini mencapai sekitar 75-80% berasal dari batu bara saja. Terakhir Anggawira momentum ini harus dimanfaatkan dengan baik oleh pemerintah agar bisa memaksimalkan penerimaan negara dan juga jangan sampai PLN kesulitan batu bara.mra ***

Editor: Budi Nugraha

Sumber: press release

Artikel Terkait

Terkini

BSM Umat Resmi Bertransformasi Menjadi BSI Maslahat

Selasa, 31 Januari 2023 | 14:39 WIB
X