Jangan Sampai Terjerat Pinjol Ilegal! Ini Ciri-cirinya

- Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:24 WIB
Ilustrasi (Unsplash.com)
Ilustrasi (Unsplash.com)


JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Satgas Waspada Investasi (SWI) bersama Kepolisian RI dan Kemenkominfo telah memberantas 3.516 aplikasi atau situs pinjaman online (pinjol) ilegal. Penutupan pinjol ilegal itu dilakukan sejak 2018 yakni sebanyak 404 pinjol, 2019 sebanyak 1.493, 2020 sebanyak 1.026, dan 2021, 593 pinjol ilegal.

"Kami himbau kepada masyarakat kalau mau meminjam ke fintech (teknologi finansial) pilihlah yang terdaftar," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Kamis, 14 Oktober 2021.

OJK bersama Kepolisian, Kemenkominfo dan Kemenkop UKM, serta Bank Indonesia, kata dia, telah menandatangani kesepahaman kolaborasi penegakan hukum dalam memberantas pinjol ilegal. Ke depan, pihaknya akan terus mengedukasi masyarakat dalam memberantas produk-produk yang ilegal.

"Kalau ada yang kurang jelas silahkan akses ke OJK melalui 157 supaya masyarakat dapat pelayanan cepat dan informasi lengkap," tambahnya.

Baca Juga: Menpora Pastikan Pemulihan Atlet Terpapar Covid-19 di PON Papua Tak Memakan Waktu Lama

Kebutuhan masyarakat untuk mendapatkan dana dengan cepat ini, menurut OJK, telah dimanfaatkan oleh para pelaku pinjaman online. Adapun ciri-ciri praktik pinjaman online ilegal yakni menetapkan suku bunga tinggi. Selain itu, pinjol ilegal juga menetapkan fee yang besar, denda tak berbatas, dan teror atau intimidasi.

Tercatat, ada 19.711 jumlah pengaduan terkait pinjol ilegal di mana pelanggaran berat sebanyak 9.270 dan pelanggaran ringan/sedang mencapai 10.441. Pelanggaran beratnya berupa pencairan pinjaman tanpa persetujuan, ancaman penyebaran data pribadi, penagihan kepada seluruh kontak HP dengan teror, serta kata kasar dan pelecehan seksual.

Maraknya pinjol ilegal tak lepas sari minimnya literasi masyarakat. Misalnya, tidak melakukan pengecekan legalitas dan terbatasnya pemahaman terhadap pinjol. Di sisi lain, ada kebutuhan mendesak karena kesulitan keuangan.***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Industri Logam dan Baja Tumbuh Kian Moncer

Sabtu, 22 Januari 2022 | 10:24 WIB
X