Dirjen Perhubungan Udara: Test RT PCR Untuk Antisipasi Kasus

- Sabtu, 16 Oktober 2021 | 15:25 WIB

 

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com- Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Novie Riyanto juga mengatakan pentingnya tes RT-PCR untuk mengantisipasi kasus impor.

“Bagi WNI dan WNA yang akan memasuki Indonesia wajib mengikuti ketentuan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah Republika Indonesia termasuk melakukan tes PCR, telah divaksin dosis lengkap dan tentunya juga mentaati semua protokol kesehatan, termasuk dengan melakukan test PCR di bandara kedatangan dan menjalankan karantina selama 5x24 jam. Hal ini sangat penting untuk memastikan WNI dan WNA yang masuk ke Indonesia tidak berpotensi membawa kasus impor (imported cases) dan mencegah masuknya varian baru virus Covid 19”, jelas Dirjen Novie.

 

Baca Juga: Komite Oscar Kirim Sinyal Kuat ke Dewan Juri FFI 2021

Pelaksanaan NAAT/RT-PCR di Bandara Soekarno-Hatta dilakukan di aula kedatangan (arrival hall) Terminal 3. Sejumlah fasilitas dan ruang telah disediakan Bandara Soekarno-Hatta untuk mendukung stakeholder dan penumpang pesawat dalam menjalani RT-PCR

Executive General Manager Bandara Soekarno-Hatta Agus Haryadi menuturkan dilakukan juga pengaturan operasional penerbangan agar tidak terjadi penumpukan penumpang di titik pelaksanaan tes.

“Pengaturan kedatangan penerbangan dan alur kedatangan penumpang internasional dilakukan dengan berkoordinasi bersama stakeholder terkait sehingga kami mengupayakan agar pelaksanaan tes COVID-19 di international arrival hall Terminal 3 dapat dijalankan dengan lancar dan penumpang tidak menungBaca Juga: Fariz RM Sukses Gelar Konser Virtual di Deheng Hills Bogorgu terlalu lama untuk melakukan tes dan mengetahui hasil tes,” ujar Agus Haryadi.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Artikel Terkait

Terkini

DPR Targetkan Revisi UU Migas Akhir 2022

Selasa, 30 November 2021 | 19:45 WIB

Shopee Fashion Week Gelar Diskon Hingga 50%

Selasa, 30 November 2021 | 11:14 WIB
X