ASPEBINDO : Krisis Energi Hantam Dunia, RI Harus Siap Melihat Peluang

- Minggu, 17 Oktober 2021 | 08:17 WIB
 

 

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-

Krisis energi sedang melanda berbagai negara di dunia. Salah satu faktornya yakni pemulihan ekonomi yang terjadi namun tak dibarengi dengan ketersediaan pasokan yang memadai. Energi baru terbarukan atau green energi yang telah diterapkan komitmennya oleh negara-negara barat dan eropa ternyata belum mampu menopang kebutuhan energi, Krisis energi yang di alami oleh negara-negara di dunia pun menyebabkan krisis listrik akibat permasalahan sistem rantai pasok global.

Kekurangan batu bara yang mendominasi 70% sumber listrik. Belum lagi rekor harga bahan bakar yang tinggi, serta permintaan industri pascapandemi yang meningkat seiring desakan menggunakan industri yang lebih ramah lingkungan.

Pada perdagangan di pasar ICE Newcastle (Australia) kemarin, Selasa (05/10/2021) harga batu bara sudah mengalami kenaikan lebih dari 14%. Saat ini rekor harga batu bara ada di US$ 280/ton yang merupakan titik tertinggi setidaknya sejak 2008.

 

 

Baca Juga: Maskapai AirAsia Berganti Nama Memudahkan Bisnis Digital

Ketua Umum Asosiasi Pemasok Batu Bara dan Energi Indonesia (ASPEBINDO), Dr. Anggawira, MM mengatakan saat ini banyak negara yang sedang terhantam krisis energi dari Eropa, China, India hingga Singapura. Situasi ini harus bisa dilihat oleh Indonesia menjadi momentum peluang untuk bisa memaksimalkan di bidang energi ini.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

BRI Gelar Partner Award untuk Mitra IT Terbaik

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:54 WIB

Dentsu Indonesia Akan Rilis Bitaverse Tahun Ini

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:51 WIB

2022, Dentsu Indonesia Siap Songsong Skala Baru

Selasa, 18 Januari 2022 | 08:55 WIB

Mahkota Properti Berikan 5 Opsi Percepatan

Minggu, 16 Januari 2022 | 16:43 WIB

Dentsu Indonesia Tunjuk CEO Baru

Sabtu, 15 Januari 2022 | 21:07 WIB
X