PTPN III: Mitra Strategis dan Garda Terdepan ketahanan gula nasional

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 05:09 WIB

 

 

 

KEDIRI,suaramerdeka-jakarta.com– Ketahanan gula nasional kini menjadi salah satu fokus utama
Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero). Untuk mewujudkan hal tersebut, Holding
Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melakukan peningkatan perbaikan kinerja
operasional di seluruh PTPN Gula. Perbaikan kinerja operasional dicapai melalui beberapa
upaya salah satunya dengan pemberian subsidi bibit tebu unggul kepada petani tebu. Petani
merupakan salah satu mitra strategis bagi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero)
dan garda terdepan bagi program ketahanan gula nasional.

 

 

 

Baca Juga: Gangguan Pasukan Siber pada media sosial
Erick Thohir, Menteri BUMN pada saat menyerahkan bantuan CSR berupa bibit dan alat
produksi kepada petani tebu di PTPN XII pada 18 Septemberi 2021 yang lalu, mengatakan
akan menargetkan Indonesia harus menjadi negara dengan kekuatan industri gula yang solid.
"Untuk menuju swasembada gula konsumsi, maka diperlukan kolaborasi dengan petani
rakyat dan instansi lain“. Pada kunjungannya Menteri BUMN Erick Thohir, juga meminta
keterlibatan petani tebu rakyat untuk keberlangsungan peningkatan produksi komoditi tebu
guna meningkatkan ekspor gula dan mengurangi import agar tercapai swasembada.
Pemberian subsidi bibit tebu ini dilakukan secara simbolis oleh Direktur Pengembangan dan
Produksi Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mahmudi didampingi Bupati
Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, dan Direktur PTPN X, Tuhu Bangun, kepada petani
binaan Pabrik Gula (PG) Ngadiredjo, salah satu PG milik PTPN X. Di PTPN X, Holding PTPN
memberikan bantuan bibit unggul untuk luasan lahan 496 Ha kepada 386 petani tebu binaan.
Pemberian bibit tebu unggul merupakan salah satu program untuk meningkatkan
produktivitas lahan sekaligus upaya untuk menurunkan Harga Pokok Produksi (HPP) yang
berujung pada peningkatan kesejahteraan petani tebu. Subsidi bibit ini akan meningkatkan
potensi produksi hablur per hektar. Hal tersebut tentunya diimbangi dengan pengawalan
teknis budidaya tebu secara ketat dan kontinyu.
“Pemberian subsidi bibit tebu unggul ke petani tebu rakyat di Indonesia sebagai upaya untuk
bersama-sama memberikan kontribusi terbaik dalam pencapaian swasembada gula konsumsi
nasional,” tegas Mahmudi.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR Targetkan Revisi UU Migas Akhir 2022

Selasa, 30 November 2021 | 19:45 WIB

Shopee Fashion Week Gelar Diskon Hingga 50%

Selasa, 30 November 2021 | 11:14 WIB
X