Tak Sesuai Traceability System, Eksportir Walet ke Tiongkok yang Melampaui Kuota Diminta Ditindak Tegas.

- Selasa, 19 Oktober 2021 | 16:19 WIB

 

 

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com- Pemerintah c.q Kementerian Pertanian didesak menindak tegas eksportir sarang burung walet ke Tiongkok yang diduga melakukan ekspor hingga melampaui kuota yang ditetapkan karena dikuatirkan memperburuk citra sarang burung walet Indonesia di Tiongkok.

Sebab, praktek ekspor sarang burung walet yang melampaui kuota yang ditetapkan, bertentangan dengan prinsip Traceability System atau sistem ketelurusan yang berlaku pada produk pangan, termasuk sarang burung walet maupun protokol ekspor sarang burung walet ke Tiongkok.

"Kuota ekspor sarang burung walet pasti connect dengan Traceability System sehingga ekspor sarang burung walet harus sesuai dengan kuota yang ditetapkan Badan Karantina berdasarkan kemampuan produksi rumah walet dan kemampuan kapasitas prosesing,” kata Benny Hutapea, Panasehat Perkumpulan Petani Sarang Walet Nusantara (PPSWN).

 

Baca Juga: Kolonel Marinir Rivelson Saragih Resmi Jabat Asisten Intelijen Danpasmar3

Dia mengingatkan bahwa di Tiongkok sudah berlaku secara ketat kebijakan Traceability System pada produk pangan seperti sarang burung walet sehingga konsumen mengetahui apa produk yang dikonsumsi, asal dan terdaftar di mana, siapa yang memproduksi, dimana rumah produksinya serta bagaimana proses produksinya.

Oleh karena itu, Pemerintah harus memastikan ekspor sarang burung walet ke Tiongkok harus sesuai dengan kuota yang ditetapkan oleh Badan Karantina berdasarkan kemampuan produksi dan kapasitas prosesing rumah walet, memenuhi protokol dan dalam penetapan kuota, harus memperhatikan Traceability System.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

DPR Targetkan Revisi UU Migas Akhir 2022

Selasa, 30 November 2021 | 19:45 WIB

Shopee Fashion Week Gelar Diskon Hingga 50%

Selasa, 30 November 2021 | 11:14 WIB
X