Pascamerger, Laba BSI Melonjak 37,01%

- Kamis, 28 Oktober 2021 | 21:26 WIB
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi (tengah), Direktur Finance & Strategy Bank Syariah Indonesia Ade Cahyo Nugroho (kiri), Direktur Wholesale Transaction Banking Bank Syariah Indonesia Kusman Yandi (kanan). (BSI)
Direktur Utama Bank Syariah Indonesia Hery Gunardi (tengah), Direktur Finance & Strategy Bank Syariah Indonesia Ade Cahyo Nugroho (kiri), Direktur Wholesale Transaction Banking Bank Syariah Indonesia Kusman Yandi (kanan). (BSI)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau (BSI) membukukan laba bersih sebesar Rp2,26 triliun atau naik 37,01 % secara year on year (YoY). Kinerja positif tersebut berhasil didapatkan seiring strategi bank syariah terbesar di Tanah Air ini yang fokus pada digitalisasi pascamerger 1 Februari lalu.

Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan strategi BSI yang fokus pada digitalisasi, baik digitalisasi produk dan layanan kepada seluruh nasabahnya setelah penggabungan tiga bank syariah milik BUMN 1 Februari lalu, telah mampu mendorong pertumbuhan laba bersih pada triwulan III tahun ini.

BSI pun berkomitmen terus berinovasi dalam layanan jasa keuangan termasuk digital bangking ke depan, sehingga meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bertransaksi bagi seluruh nasabah dan dapat memenuhi kebutuhan umat.

“Akselerasi digital menjadi salah satu fokus BSI dalam menggenjot bisnis. Hal ini tercermin dari transaksi kumulatif BSI Mobile yang mencapai 74,24 juta transaksi atau tumbuh 133% yoy," katanya saat konferensi pers virtual, Kamis, 28 Oktober 2021.

Baca Juga: Daun Johar Dapat Sembuhkan Gatal di Kulit, Berikut Penjelasannya

Selain itu, terdapat kenaikan transaksi melalui e-channel pada September 2021 yang mencapai 162,40 juta transaksi. Artinya, 95% transaksi di BSI sudah menggunakan e-Channel. "Sedangkan sisanya sebanyak 5% masih menggunakan layanan di teller,” ujar Hery.

Lebih rinci Hery memaparkan selain terdorong transaksi digital, perolehan laba bersih yang gemilang ditopang pula kinerja berbagai sektor. Di antaranya perolehan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp219,19 triliun.

Terkait DPK, menurut Hery pihaknya terus meningkatkan pertumbuhan tabungan khususnya tabungan wadiah. Di mana tabungan wadiah tumbuh signifikan sebesar 16,22% yoy atau mencapai Rp30,35 triliun pada September 2021. Sementara itu untuk total tabungan bertumbuh 11,57% yoy yang mencapai Rp91,43 triliun pada kurun waktu yang sama.

Pertumbuhan tabungan tersebut berdampak kepada membaiknya cost of fund yang kini sekitar 2,10%. Persentase tersebut turun signifikan dibandingkan dengan Desember 2020 yang sebesar 2,67%.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Ulasan Pasar Saham SEEKING ALPHA – AGUSTUS 2022

Rabu, 17 Agustus 2022 | 17:09 WIB

Bank Berkapasitas Global, Ini Strategi BNI

Selasa, 16 Agustus 2022 | 18:06 WIB

Aset Kripto Milik LINE, LINK Terdaftar di MEXC

Selasa, 16 Agustus 2022 | 10:32 WIB

Perkuat Ekosistem Cashless, BNI Gandeng Indomaret

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:51 WIB
X