Maybank Catat Laba Bersih RM1,68 Miliar Pada Sembilan Bulan Pertama 2021 Pendapatan menurun secara kuartalan

- Senin, 29 November 2021 | 04:57 WIB

 


 
 KUALALUMPUR,suaramerdeka-jakarta.com-
Maybank, bank dengan aset terbesar keempat di Asia Tenggara, mengumumkan pendapatan operasional bersih (net operating) untuk kuartal ketiga 2021 yang berakhir pada 30 September 2021, tumbuh tipis sebesar 1,2% menjadi RM6,15 miliar dari RM 6,08 miliar pada periode yang sama tahun lalu, didukung oleh kenaikan pendapatan net fund based sebesar 14,3% Y-o-Y menjadi RM4,72 miliar. Laba sebelum pajak (PBT) dan laba bersih (net profit) tercatat lebih rendah akibat pendapatan net fee based menurun serta net impairment losses naik, melampaui pertumbuhan pendapatan net fund based.
 
Grup mencatat PBT sebesar RM2,27 miliar di kuartal ketiga 2021, turun dari RM2,61 miliar pada periode yang sama tahun lalu, sedangkan laba bersih turun menjadi RM1,68 miliar dari RM1,95 miliar di kuartal ketiga 2021 akibat penurunan pendapatan fee sebesar 26,6% menjadi RM1,43 miliar, yang terutama disebabkan oleh penurunan pendapatan investasi dan trading, serta peningkatan net impairment losses akibat pencadangan provisi tambahan secara proaktif yang dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai tingkatan pembatasan mobilitas yang diterapkan di Malaysia, Singapura dan Indonesia selama kuartal ketiga tersebut.


 Baca Juga: Sinar Mas Pelopori Gerakan Menanam Buah

Laba operasional Grup sebelum provisi (PPOP) tercatat turun menjadi RM3,33 miliar dari RM3,37 miliar pada kuartal ketiga 2020. Sementara itu, net impairment losses berada pada angka RM1,13 miliar dibandingkan RM805,9 juta pada periode yang sama tahun lalu sebagai akibat dari pemberlakuan pembatasan mobilitas di kuartal ketiga 2021, di mana Grup terus melakukan pencadangan provisi secara proaktif, melalui penerapan manajemen overlay bagi debitur yang masuk ke dalam program Repayment Assistance dan memfasilitasi pemutihan (write-off) untuk sejumlah nasabah.
 
Kinerja sembilan bulan pertama 2021 dibandingkan sembilan bulan pertama 2020
Selama kurun waktu sembilan bulan sampai 30 September 2021, Grup mencatatkan pendapatan operasional bersih sebesar RM19,15 miliar, tumbuh 3,8% dari periode yang sama tahun lalu didukung pertumbuhan pendapatan bunga bersih sebesar 15,5% Y-o-Y menjadi RM14,22 miliar. Net impairment losses berkurang sebesar 28,3% menjadi RM2,56 miliar dari RM3,57 miliar di tahun sebelumnya, yang merupakan dampak penerapan prinsip kehati-hatian Grup dalam mencadangkan provisi berdasarkan asumsi dalam jangka panjang.
 
Alhasil, PBT meningkat 22,5% menjadi RM8,17 miliar dari RM6,66 miliar di tahun sebelumnya, sedangkan laba bersih meningkat 22,2% menjadi RM6,04 miliar dibandingkan dengan RM4,94 miliar yang diperoleh dalam sembilan bulan pertama tahun 2020.
 
 Baca Juga: Pilih Rantai Original, Dukung Kinerja Maksimal Sepeda Motor


Menuju Pemulihan Berkelanjutan
Dengan memperhatikan dampak pandemi COVID-19 terhadap roda bisnis dan ekonomi global selama dua tahun terakhir ini, disertai dengan kemunculan varian-varian baru virus, dan disusul dengan pemberlakuan pembatasan mobilitas, Maybank secara konsisten memberi dukungan kepada nasabah melalui berbagai program seperti di antaranya, Repayment Assistance dan Restrukturisasi & Penjadwalan Ulang (R&R) yang sudah dijalankan sejak Februari 2020 guna meringankan beban arus kas nasabah dan turut membantu penyeimbangan terhadap pendapatan nasabah.
 
Baru-baru ini, Maybank memberikan dukungan lebih jauh kepada nasabah melalui program Repayment Assistance seperti PEMERKASA Plus dan PEMULIH. Per 12 November 2021, terdapat 30,6% dari total pinjaman/pembiayaan di Malaysia berada di bawah program Repayment Assistance, Relief dan R&R, sementara di Indonesia sebesar 15,2% dan di Singapura sebesar 3,9%.

 

Baca Juga: Ribuan Bikers HDCI Ikuti Touring Nusa Dua - Denpasar
 
Untuk mendorong bisnis UKM, Maybank juga menyediakan dukungan berbagai solusi digital termasuk platform pembayaran. Seperti program ‘Sama-Sama Lokal’, dimana Maybank menyediakan aplikasi ‘Biz online’ dan dukungan pembiayaan SME Digital Financing, dengan biaya rendah atau bahkan tanpa biaya sama sekali. Tujuan dari dukungan ini adalah untuk membantu bisnis UKM bertransisi ke platform digital sehingga dapat mengurangi biaya operasional dan memperluas jangkauan pasar serta basis klien mereka.****
 

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Industri Logam dan Baja Tumbuh Kian Moncer

Sabtu, 22 Januari 2022 | 10:24 WIB
X