Sri Mulyani: Suka Tidak Suka, Pemulihan Ekonomi Bergantung Pada Perkembangan Pandemi

- Rabu, 1 Desember 2021 | 19:47 WIB
Sri Mulyani menyatakan penyebaran covid-19 varian baru, omicron yang berasal dari Afrika Selatan memberi bukti pandemi belum benar-benar berakhir (Instagram@smindrawati)
Sri Mulyani menyatakan penyebaran covid-19 varian baru, omicron yang berasal dari Afrika Selatan memberi bukti pandemi belum benar-benar berakhir (Instagram@smindrawati)

 

suaramerdeka-jakarta.com-Galur Omicron menjadi masalah baru bagi global ditengah mulai menggeliatnya pemulihan ekonomi.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan penyebaran covid-19 varian baru, omicron yang berasal dari Afrika Selatan memberi bukti pandemi belum benar-benar berakhir, meski fase pemulihan ekonomi sempat dirasakan oleh berbagai negara di dunia, termasuk Indonesia.

"Setelah varian delta, sekarang kita fokus pada varian baru yang berasal dari Afrika Selatan. Ini menggarisbawahi bahwa upaya pemulihan ekonomi dan juga pemulihan di dunia masih dibayangi oleh kenyataan bahwa covid-19 belum berakhir," ungkap Ani, sapaan akrabnya di Indonesian Palm Oil Conference (IPOC) 2021, Rabu (1/12).

Menurut Menkeu, Indonesia harus terus mewaspadai perkembangan varian-varian baru dari covid-19. Sebab, suka tidak suka, pemulihan ekonomi bergantung pada perkembangan pandemi.

Baca Juga: Pemerintah Siaga Agar Varian Baru Omicron Tidak Masuk

Selain harus waspada, bendahara negara memastikan pemerintah terus berusaha memitigasi risiko-risiko yang berasal dari perkembangan pandemi. Hal ini dilakukan dengan menggelontorkan dana pemulihan ekonomi nasional (PEN).

Lebih lanjut, ia mengatakan pemerintah terus mempercepat penggunaan dana PEN untuk menangani dampak pandemi covid-19, baik bagi sektor kesehatan, ekonomi, hingga sosial masyarakat. Tercatat, realisasi penggunaan dana PEN sebesar Rp495,77 triliun atau 66,6 persen dari pagu Rp744,77 triliun per 19 November 2021.

"Saat ini program PEN berfokus pada bagaimana kita akan mendukung masyarakat, terutama yang paling rentan, salah satunya melalui perlindungan sosial," pungkasnya.***

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Industri Logam dan Baja Tumbuh Kian Moncer

Sabtu, 22 Januari 2022 | 10:24 WIB
X