Meski ada Pandemi, BI Klaim Nilai Tukar Rupiah Masih Terbaik di Asia

- Senin, 6 Desember 2021 | 21:54 WIB
Bank Indonesia (BI) mengklaim bahwa rupiah merupakan salah satu mata uang terbaik di kawasan negara berkembang di Asia  (Foto:instagram@bank_indonesia)
Bank Indonesia (BI) mengklaim bahwa rupiah merupakan salah satu mata uang terbaik di kawasan negara berkembang di Asia (Foto:instagram@bank_indonesia)

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-Meski Nilai tukar rupiah terus tertekan Bank Indonesia (BI) mengklaim bahwa rupiah merupakan salah satu mata uang terbaik di kawasan negara berkembang di Asia (emerging Asia). Hal itu dinilai dari kecilnya depresiasi yang dialami rupiah dibanding mata uang negara lain.

"Kita termasuk sekarang di Asia, khususnya emerging Asia, termasuk currency terbaik," kata Deputi Gubernur BI, Dody Budi Waluyo dalam webinar 'Presidensi G20 - Manfaat Bagi Indonesia dan Dunia', Senin (6/12/2021).

Dody menyebut bank sentral mampu menstabilkan nilai tukar termasuk saat pandemi COVID-19. Meski level nilai tukar rupiah relatif berubah dan sedikit meninggi, volatilitasnya disebut tetap terjaga.

Menurut Dody, depresiasi rupiah hanya berada di kisaran 1,3% sampai 1,6%. Hal itu berbeda jauh dengan depresiasi mata uang lainnya seperti Thailand, Malaysia, dan Singapura yang mencapai dobel digit.

Baca Juga: LPS Siapkan Program Edukasi Untuk Investor Pemula

"Jangan bicara level ya. Jangan bicara kemarin Rp 13.300 (per dollar AS), besok Rp 13.400. Tapi tolong dilihat volatilitas dari sisi pergerakan nilai tukar," sebutnya.

Dody berharap BI bisa terus menjaga nilai tukar dengan menahan tingkat inflasi tidak melonjak terlalu tinggi seperti di negara-negara maju. Pihaknya akan berkoordinasi dengan TPI/TPID agar pasokan barang (suplai) mampu menangani permintaan yang meningkat.

"Inilah strategi kita tanpa harus utak-atik masalah suku bunga. Mudah-mudahan nggak ada tekanan yang besar dari sisi inflasi. Sudah jelas, stance kebijakan moneter akan berubah menjadi pro stabilitas di tahun 2022 bila tekanan muncul kepada inflasi," pungkas Dody.***

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Industri Logam dan Baja Tumbuh Kian Moncer

Sabtu, 22 Januari 2022 | 10:24 WIB
X