Saat Pandemi, Kesadaran Berasuransi Masyarakat Meningkat

- Kamis, 9 Desember 2021 | 10:55 WIB
Konferensi pers virtual kinerja industri asuransi jiwa, Rabu, 8 Desember 2021. (Dokumentasi)
Konferensi pers virtual kinerja industri asuransi jiwa, Rabu, 8 Desember 2021. (Dokumentasi)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Kesadaran masyarakat atas asuransi jiwa makin tinggi di masa pandemi Covid-19. Hal ini menjadi katalis positif bagi pertumbuhan positif industri asuransi jiwa di kuartal III tahun ini.

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai tren industri yang makin positif dan stabil terjadi sejak awal tahun yang memberikan optimisme di momen pergantian tahun 2021 ini. Alhasil, kinerja industri di kuartal III pun mengalami rebound yang terlihat dari tumbuh positifnya pendapatan di berbagai lini usaha industri asuransi jiwa. Total pendapatan yang dibukukan industri mencapai Rp171,36 triliun. Angka tersebut setara dengan pertumbuhan sebesar 38,7% (year on year/yoy) dibandingkan periode sama tahun lalu.

Dalam Laporan Kinerja Industri Asuransi Jiwa dari 58 perusahaan yang dinaungi AAJI, terlihat bahwa tekanan penurunan pendapatan akibat pandemi mulai mereda. Bahkan kinerja pendapatan kuartalan yang dirilis AAJI Rabu, 8 Desember 2021, sudah melampaui kinerja pada 2019 saat pandemi belum terjadi.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon menjelaskan konsistensi kinerja pendapatan industrinya ditopang oleh kondisi perbaikan ekonomi nasional dan meningkatnya kesadaran masyarakat soal perencanaan keuangan baik untuk memperoleh perlindungan asuransi jiwa maupun perencanaan investasi.

Baca Juga: Tukar Uang Rusak Atau Cacat Sekarang Bisa Lewat Aplikasi Lho, Begini Caranya


“Faktor kesadaran masyarakat untuk berasuransi pada masa pandemi yang meningkat drastis menjadi salah satu pendorong penting naiknya pendapatan industri asuransi jiwa di kuartal III 2021 atau tumbuh 39,7%," sebutnya, Rabu, 8 Desember 2021.

Dalam kesempatan jumpa pers virtual tersebut, AAJI menjelaskan bahwa industri asuransi jiwa Indonesia mencatat total pendapatan premi sebesar Rp149,36 triliun atau tumbuh sebesar 11,5%. Menurut Budi, meningkatnya kepercayaan konsumen terhadap asuransi jiwa dan dorongan kondisi pandemi menjadi katalis utamanya.

Ia memaparkan kinerja positif pendapatan tersebut disumbang oleh kenaikan premi bisnis baru dan premi lanjutan. Masing-masing premi tersebut tumbuh 17,6% (YoY) menjadi Rp94,2 triliun, dan 2,4% menjadi Rp55,15 triliun.

Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) atau Unit Link, masih mendominasi dengan kontribusi sebesar 62,5% dari total pendapatan premi. Selama kuartal III 2021, produk asuransi jiwa Unit Link bernilai total Rp93,31 triliun atau naik 9,0% (YoY), sementara produk bertipe tradisional mencapai Rp56,04 triliun atau naik 15,7%.

Terus meningkatnya penjualan produk Unit Link di era pandemi ini terkait dengan keunggulan benefit yang dimilikinya. Kombinasi dari proteksi dan investasi produk Unit Link menjadi benefit yang unik dan disukai pasar yang memberikan kesempatan kepada nasabah untuk memperoleh keutamaan berupa proteksi dan juga manfaat tambahan untuk investasi.

Sementara itu, klaim nilai tebus (surrender) di kuartal III mengalami perlambatan sebesar 11,9%. Tercatat, nilai tebus di kuartal III tahun lalu mencapai Rp67,46 triliun dan menjadi Rp59,42 triliun di kuartal yang sama tahun ini.

Baca Juga: Korban Erupsi Semeru Bertambah, 39 Orang Tewas dan 13 Hilang


Sedangkan untuk klaim tebus parsial (partial withdrawal), terjadi kenaikan dari Rp10,31 triliun menjadi Rp12,6 triliun di kuartal III dibandingkan tahun lalu. Perubahan tersebut setara dengan kenaikan 22,2% (YoY).

“Perlambatan klaim surrender dan pertumbuhan klaim partial withdrawal menjadi indikasi kuat dari meningkatnya kesadaran tentang pentingnya asuransi. Saat ini masyarakat memilih untuk tidak buru-buru menutup polisnya,” jelas Budi.

AAJI mencatat total manfaat atas klaim meninggal dunia selama kuartal III 2021 mencapai Rp14,58 triliun atau meningkat 65,7% (YoY). Manfaat klaim kesehatan juga meningkat sebesar 43,6% menjadi Rp4,81 triliun. AAJI menilai besarnya manfaat tersebut sangat berguna dalam meringankan beban banyak keluarga Indonesia saat menghadapi masa sulit.

“Hingga September tahun ini saja, industri asuransi jiwa telah membayarkan klaim terkait penularan Covid-19 sebesar Rp7,36 triliun. Tentunya di masa depan, AAJI bersama perusahaan anggotanya selalu berupaya untuk meningkatkan bukti nyata komitmen industri dalam melindungi masyarakat,” jelas Budi.

Meskipun klaim kesehatan dan kematian tersebut mengalami kenaikan, namun secara total klaim yang dikeluarkan oleh industri asuransi jiwa justru mengalami penurunan tipis. Total klaim dan manfaat yang dibayarkan industri asuransi jiwa mencapai Rp107,45 triliun di kuartal III 2021. Angka tersebut turun tipis 1,9% (YoY).***

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

BRI Gelar Partner Award untuk Mitra IT Terbaik

Selasa, 18 Januari 2022 | 20:54 WIB

Dentsu Indonesia Akan Rilis Bitaverse Tahun Ini

Selasa, 18 Januari 2022 | 17:51 WIB

2022, Dentsu Indonesia Siap Songsong Skala Baru

Selasa, 18 Januari 2022 | 08:55 WIB

Mahkota Properti Berikan 5 Opsi Percepatan

Minggu, 16 Januari 2022 | 16:43 WIB

Dentsu Indonesia Tunjuk CEO Baru

Sabtu, 15 Januari 2022 | 21:07 WIB
X