GMF Catatkan Perbaikan Kinerja Pada Akhir Kuartal Tiga

- Minggu, 26 Desember 2021 | 16:17 WIB

 

 
 
TANGERANG,suaramerdeka-jakarta.com– PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (“GMF”, “kode emiten: GMFI”) berhasil mencatatkan perbaikan signifikan pada aspek profitabilitas pada kuartal ketiga tahun 2021 di tengah dinamika industri aviasi yang masih menantang dikarenakan adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sejumlah daerah. Perbaikan signifikan ini tampak pada rugi usaha YTD September yang dapat ditekan hingga 75,7% secara year on year (YoY). Meski masih negatif, perolehan earning before interest, tax, depreciation and amortization (EBITDA) juga menunjukkan perbaikan sebesar 94,9% pada akhir kuartal ketiga tahun 2021 dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya. Hal ini dikontribusikan oleh berkurangnya beban usaha, manajemen arus kas, inisiatif-inisiatif efisiensi, dan restrukturisasi fasilitas pendanaan yang dilakukan Perseroan. Adapun, pendapatan usaha GMFI sepanjang Januari hingga September 2021 tercatat sebesar MUSD 165,4. 
 
Pada kuartal ketiga 2021, kinerja bisnis inti GMFI secara keseluruhan masih tertekan. Meski demikian, segmen airframe maintenance mengalami peningkatan permintaan pekerjaan, khususnya pada segmen proyek-proyek terkait end-of-lease. Pada segmen perawatan pesawat kargo, GMFI juga mencatatkan penambahan tiga pelanggan baru yang merupakan maskapai kargo, baik di dalam maupun di luar negeri.

Baca Juga: Menhub, Menkes, Kapolri dan Kepala BNPB tinjau kedatangan internasional di Bandara Soekarno-Hatta _AP II Siap

Direktur Utama GMF Andi Fahrurrozi mengatakan bahwa selain berfokus pada pemulihan finansial secara berkelanjutan, pihaknya juga tengah mengoptimalkan peluang dari segmen-segmen potensial yang cenderung stabil atau tumbuh di tengah pandemi.

Upaya tersebut tampak dari ditandatanganinya sejumlah nota kesepahaman pada periode Juli hingga September 2021, diantaranya oleh PT Bali Widya Dirgantara (BIFA) di bidang perawatan pesawat, PT Sulzer Indonesia (Sulzer) di bidang pemeliharaan turbin industrial dan aeroderivatif, serta PT Angkasa Pura I (Persero) (AP I) di bidang pengelolaan lahan. Lebih lanjut lagi, GMF juga berhasil mengembangkan kapabilitas perawatan line maintenance untuk perawatan pesawat Boeing 787 milik maskapai asal Jepang, dari semula bersifat assist menjadi full release. 
 Baca Juga: Angkasa Pura 1 Berhasil Raih Prestasi


Industri pertahanan merupakan segmen yang saat ini tengah dikembangkan oleh GMF sebagai upaya diversifikasi bisnis Perseroan. “Pengembangan kapabilitas di segmen military sejalan dengan rencana strategis GMF untuk mengembangkan pusat pemeliharaan dan perawatan pesawat udara milik industri pertahanan, serta berperan serta dalam menjaga kelayakan alutsista Republik Indonesia. Terlebih, GMF juga telah mengantongi sertifikat dari Indonesia Defence Airworthiness Authority sejak awal tahun 2021 ini,” terang Andi.

PBaca Juga: Layanan Penyeberangan Lancar dan Aman Hingga H-2, Hanya 248 Ribu Orang dan 58 Ribu Kendaraan Tinggalkan Jawa M

Saat ini, GMF tengah memastikan kesiapan manpower, tools dan equipment untuk project modernisasi dan penggantian center wing box untuk pesawat C130H milik TNI AU pada akhir tahun 2021 ini. Ke depannya,GMFI juga berencana untuk mengkaji pengembangan kapabilitas pemeliharaan mesin pesawat tipe T56, serta perawatan pesawat C-212 dan helikopter guna menangkap potensi di segmen militer

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X