2022, Dentsu Indonesia Siap Songsong Skala Baru

- Selasa, 18 Januari 2022 | 08:55 WIB
CEO of dentsu Indonesia dan Singapura Prakash Kamdar . (Dokumentasi)
CEO of dentsu Indonesia dan Singapura Prakash Kamdar . (Dokumentasi)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Di masa pandemi Covid-19, pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia semakin cepat. Bersamaan dengan fokus pemerintah pada pembangunan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif untuk memerangi krisis iklim, dentsu Indonesia mengungkapkan komitmennya untuk Scaling New Heights (meningkatkan skala baru) pada tahun 2022 dan seterusnya untuk mendukung prioritas bangsa.

Dentsu Indonesia, salah satu jaringan agensi terintegrasi terbesar turut memainkan perannya dalam mencapai tujuan bangsa terutama ekonomi digital dan Environment, Sustainability, and Governance (ESG) dengan cara menjadi A Force for Growth and Good.

CEO of dentsu Indonesia dan Singapura Prakash Kamdar mengatakan pihaknya memiliki pondasi dan kesadaran digital akan terus diperkuat. Dus, dentsu Indonesia dapat meningkatkan dan membantu Indonesia mencapai ketinggian baru.

"Dentsu akan terus meningkatkan kapabilitas creative, media, and customer experience management (CXM) dan meluncurkan solusi inovatif baik untuk incumbent maupun start-up, dengan semangat 'Gotong Royong'," tuturnya di kantor Dentsu Indonesia, Jakarta, Senin, 17 Januari 2022.

Selain itu, dentsu Indonesia melihat lima tren utama yang meningkat pada tahun 2022. Pertama, data yang didorong oleh algoritme dan lebih terhubung untuk mendorong pengalaman konsumen yang lebih dipersonalisasi dan menarik. Namun, tetap diimbangi dengan kebutuhan privasi data pribadi.

Baca Juga: Viral di Tiktok Kuburan Upin-Ipin, Pihak Pembuat Animasi Tegaskan Upin-Ipin Adalah Karakter Fiktif

Kedua, perubahan gaya hidup terkait pandemi terus berlanjut, terutama eCommerce, Live Commerce, Gaming, dan eHealth. Ketiga, metaverse berakselerasi dan Web 3.0 kemungkinan akan mengikuti. "Ini berupa taruhan besar Big Tech pada Metaverse," ujarnya.

Keempat, Profit in Purpose, perusahaan tidak akan merasakan keuntungan jika ia mendorong pertumbuhan dan konsumsi yang sembrono dengan mengorbankan manusia dan planet bumi. "Permintaan yang meningkat untuk pengalaman fisik akan meledak dengan orang-orang yang sebagian besar terkurung di rumah selama tahun 2020 dan 2021, dan oleh karena itu bangkit kembali secara besar-besaran di sektor perjalanan dan perhotelan," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Republik Indonesia, Muhammad Lufti melalui keterangan pers pada Juni 2021 lalu, memprediksikan ekonomi digital Indonesia akan tumbuh hingga delapan kali lipat pada 2030, dari Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun. Selain itu, PDB Indonesia juga diprediksi akan mencapai lebih dari 55% dari total PDB negara-negara ASEAN pada tahun 2030. Hal ini semakin memperkuat fakta bahwa Indonesia merupakan negara dengan pertumbuhan tercepat dan pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, menurut Bank Dunia.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Ingin Ikuti Kejayaan Kopi, Kampanye Teh Mulai Diseriusi

Jumat, 30 September 2022 | 14:08 WIB
X