Penduduk Miskin Menjadi 10,81%, Ramadhan Jadi Mementum Pemerataan Kesejahteraan

- Sabtu, 2 April 2022 | 17:53 WIB
 
 
Lembaga Amil Zakat Infak dan Shadaqah Kemandirian Umat (LAZISKU) mengimbau semua pihak menggunakan momentum Ramadhan sebagai wahana untuk melaksanakan gerakan pemerataan kesejahteraan. 
 
"Kita sudah mengalami tempaan krisis, baik karena pandemi maupun krisis ekonomi. Dua peristiwa tersebut cukup untuk menyadarkan sisi kemanusiaan kita," kata Direktur Eksekusif Lazisku As'ad Nugroho, di Jakarta, Sabtu. 
 
As'ad mengungkapkan pandemi Covid-19 memberi imbas krisis ekonomi dan meningkatkan kesenjangan ekonomi antara orang kaya dan orang miskin.
 
Lembaga Riset Institute for Demographic and Poverty Studies (IDEAS) memprediksikan tingkat kemiskinan Indonesia pada 2022 berpotensi melonjak menjadi 10,81 persen atau setara 29,3 juta penduduk. Tentu saja hal ini harus dicegah, dengan berbagai cara.
 
"Momentum Ramadhan penting untuk menghidupkan gerakan zakat infak dan shadaqah untuk menjembatani jurang antara mereka yang berkecukupan dan yang miskin," tambah As'ad.
 
Data dari BPS mencatat bahwa pandemi yang terjadi sejak awal 2020 telah membuat perekonomian Indonesia pada tahun 2020 anjlok. Produk Domestik Bruto (PDB) yang tercatat tumbuh minus, yaitu -2,07% pada 2020.
 
 
Pada tahun 2019 PDB masih tumbuh hingga 5,02%. Sedangkan pada tahun 2021 pertumbuhan ekonomi membaik, sebesar 3,69%, meskipun angka ini tidak mencapai target pemerintah sebesar 4%.
 
As'ad juga mengimbau semua pihak untuk menjadikan Ramadhan untuk refleksi penting nya kebersamaan dalam mengatasi persoalan-persoalan sosial kemasyarakatan.
 
 
 
LAZISKU sebagai bagian dari elemen masyarakat yang bergerak untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian ekonomi umat, memilih untuk tidak berdiam diri dan membiarkan kemiskinan menjadi semakin buruk.
 
Dengan berbagai program kemanusiaan dan pemberdayaan ekonomi, LAZISKU mengajak umat Islam dan seluruh elemen bangsa untuk berkontribusi dalam gerakan kemandirian ekonomi ini. 
 
"Masalah kemiskinan dan kesejahteraan tidak mungkin diselesaikan oleh negara saja. Civil Society seperti lembaga zakat sangat penting mengambil peran dalam pemberantasan kemiskinan dan pemerataan kesejahteraan," pungkas nya.***

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Digitalisasi Dorong Kaum Muda Minati Investasi

Senin, 3 Oktober 2022 | 20:16 WIB

Energi Terbarukan Tingkatkan Nilai Kompetitif

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:38 WIB

Ketika Kopi Bersemi di Cibulao

Senin, 3 Oktober 2022 | 13:35 WIB

Bank Muamalat Biayai Proyek Bus Listrik PT INKA

Senin, 3 Oktober 2022 | 03:52 WIB

Importir Kedelai Amerika akan Terima Sertifikat SSAP

Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:42 WIB
X