Startup Dagangan Janjikan Bisnis Berkelanjutan bagi Rakyat Pedesaan

- Kamis, 14 April 2022 | 17:53 WIB
Dokumentasi (Dokumentasi)
Dokumentasi (Dokumentasi)


JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, Sebagai perusahaan yang mengutamakan dampak sosial, startup dagangan terus memastikan bahwa bisnis yang dijalankannya memberi kontribusi yang signifikan bagi masyarakat, terutama yang tinggal di daerah rural atau pedesaan. Perusahaan rintisan ini pun berkomitmen meningkatkan kesejahteraan masyarakat sebagai prioritas.

"Meningkatkan kesejahteraan masyarakat merupakan prioritas Dagangan dalam menjalankan bisnis. Karena itu, kami selalu memastikan bahwa apa yang kami lakukan dapat membawa dampak positif bagi masyarakat," kata Co-Founder dan Chief Operating Officer Dagangan Maha Willy Chandra, Rabu, 13 April 2022.

Dia menambahkan dalam Laporan Dagangan Impact Report 2021, startup Dagangan telah memberikan dampak positif terhadap masyarakat dari segi ekonomi, sosial, dan lingkungan. Laporan tersebut turut memuat kerangka keberlanjutan yang diterapkan pada operasional bisnis Dagangan yang sesuai dengan 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) dari PBB.

“Dari 17 Tujuan yang terdapat dalam TPB, Dagangan secara aktif merealisasikan beberapa di antaranya, termasuk usaha-usaha untuk mengurangi kemiskinan, memperjuangkan kesetaraan gender, menciptakan lapangan kerja yang layak untuk pertumbuhan ekonomi, mengatasi kesenjangan lewat inovasi, serta berkontribusi dalam penanganan isu perubahan Iklim," bebernya.

Baca Juga: Mendag Pastikan Stok Bapok Cukup dengan Harga Terjangkau

Pihaknya juga berkomitmen memberikan dampak bisnis berkelanjutan, termasuk kepada pengguna, karyawan, investor, dan masyarakat secara umum. Sejak didirikan tahun 2019, Dagangan bertujuan untuk menjadi solusi bagi masyarakat di pedesaan agar dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan cara yang lebih mudah, cepat, dan terjangkau.

Dagangan menerapkan model operasional hub-and-spoke, artinya perusahaan menyediakan pusat pengadaan kebutuhan pokok atau micro warehouse (hub) di berbagai titik di wilayah pedesaan, sehingga biaya logistik menjadi lebih efisien. Model operasi ini juga memungkinkan produsen-produsen besar untuk menjangkau wilayah rural yang sebelumnya sulit dilakukan karena keterbatasan logistik.

Hingga saat ini, Dagangan telah menjangkau lebih dari 8.000 desa di Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat. Lebih dari 25.000 masyarakat, baik itu pembeli eceran, pemilik warung, maupun pelaku UMKM kini memiliki akses ke produk-produk berkualitas yang dijual melalui platform Dagangan dengan harga terjangkau. Hal ini turut mendukung para pemilik warung sehingga mereka berhasil meningkatkan pendapatannya hingga 60% sejak berbelanja barang melalui aplikasi Dagangan.

“Dagangan memainkan peran penting dalam mendistribusikan kebutuhan pokok bagi masyarakat pedesaan. Dengan menggunakan teknologi dan kemitraannya dengan komunitas lokal, tim Dagangan telah menciptakan rantai pasok yang lebih efisien untuk menghadirkan produk dan layanan kepada 80% masyarakat Indonesia yang berada di kota tingkat 3 dan 4," ujar Senior Investment Associate, Monk's Hill Ventures Aaron Nio.

Dagangan juga aktif bekerjasama dengan pemerintah sehingga kesempatan untuk berkembang pesat semakin terbuka lebar. Kepala Bagian/Koordinator Evaluasi dan Pelaporan Ditjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Dedi Kuswandi menjelaskan Kementerian Perdagangan sangat mengapresiasi dukungan Dagangan terhadap program-program pemerintah, seperti saat membantu pendistribusian minyak goreng ke masyarakat pedesaan di beberapa wilayah.

"Kami berharap pada masa yang akan datang, bentuk-bentuk kerja sama lainnya bisa terwujud agar Dagangan bersama pemerintah dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ungkap dia.***

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

SimInvest Luncurkan Fitur Baru: Investasi Reksa Dana!

Jumat, 3 Februari 2023 | 14:20 WIB

Ada Gaduh Perang Galon di Balik Isu BPA

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:39 WIB
X