Beban Listrik di Jabar Usai Cuti Lebaran Langsung Naik

- Jumat, 13 Mei 2022 | 15:41 WIB

BANDUNG, jakarta.suaramerdeka.com - PLN Unit Induk Distribusi Jabar mencatat bahwa hari pertama masuk kerja setelah libur panjang Idul Fitri 1443 H, beban listrik di wilayahnya sudah langsung mengalami peningkatan.

Kondisi itu mencakup pula aktivitas pegawai yang melakukan aktivitas berkerjanya di rumah work from home (WFH).

"Hari pertama setelah libur panjang di Jabar itu sudah seperti biasa lagi. Jadi beban listrik siang lebih tinggi dibanding malam hari, ini karena bisnis dan industri sudah mulai aktif," jelas Jubir PLN UID Jabar, Iwan Ridwan, Jumat (13/5/2022).

Berdasarkan catatan, beban listrik pada siang hari pada 9 Mei 2022 mencapai 7.252 Mega Watt dan malam harinya sebesar 7.153 MW. Angka tersebut sudah melonjak dibandingkan beban puncak listrik siang hari saat libur Idul Fitri di Jawa Barat kendati dilaporkan naik 13,2 persen dibandingkan tahun lalu.

Baca Juga: Soal Hepatitis Akut, Pemerintah Sudah Jalankan Prosedur Antisipasi

Berdasarkan data PLN UID Jabar, pemakaian listrik di siang hari saat Lebaran 2021 hanya 3.385 MW sedangkan tahun ini sebesar 3.833 MW. Iwan Ridwan menambahkan bahwa beban listrik malam saat libur Idul fitri mengalami penurunan dibanding tahun lalu menjadi 4.733 MW atau turun sebesar 5 persen.

"Beban listrik malam hari saat libur Lebaran tahun lalu sebesar 4.987 MW. Kemudian, beban listrik siang pada hari kedua lebaran mencapai 3.820 MW, lebih rendah dibandingkan hari pertama," katanya.

Sedangkan pemakaian listrik malam hari pada hari kedua Lebaran 2022 lebih tinggi dibandingkan hari pertama. Hari kedua beban listrik malam di Jawa Barat tercatat 4.858 MW.

Baca Juga: Dorong Pemulihan Ekonomi, Helatan KKJ & PKJB 2022 Libatkan Belasan Ribu UMKM

Iwan Ridwan menjelaskan bahwa meski ada kenaikan beban puncak saat Lebaran namun konsumsi listriknya masyarakat sebenarnya masih lebih rendah dibandingkan hari-hari biasa.

Sebagai contoh, sebelum libur Lebaran, tepatnya pada hari Kamis 28 April 2022, beban listrik siang hari mencapai 6.316 MW dan malam hari 6.642 MW.

"Beban puncak listrik saat Lebaran dan hari biasa tentu berbeda. Apabila ditilik dari waktu beban puncak tertingginya, beban puncak siang hari biasa lebih tinggi daripada malam. Sebaliknya saat lebaran, beban puncak malam hari lah yang tertinggi," jelasnya.

Baca Juga: Trend Adu Jotos Pesohor Berlanjut, Kini Nikita Mirzani Vs Dinar Candi Siap Tanding diatas Ring 12 Juni 2022

Hal itu dipengaruhi oleh berkurangnya aktivitas industri dan bisnis yang konsumsi listriknya lebih tinggi dibanding golongan pelanggan lainnya.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X