Mendag Dorong Kerja Sama Ekonomi Digital ASEAN-AS untuk Pemberdayaan UMKM

- Jumat, 13 Mei 2022 | 19:23 WIB
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melakukan pertemuan dengan Ambassador United States Trade Representative (USTR), Katherine Tai di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (11/5/2022). (Biro Humas Kemendag)
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi melakukan pertemuan dengan Ambassador United States Trade Representative (USTR), Katherine Tai di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (11/5/2022). (Biro Humas Kemendag)

WASHINGTON DC, suaramerdeka-jakarta.com - Elemen ekonomi digital menjadi isu yang sangat signifikan. Khususnya dalam menavigasi pemulihan arus perdagangan di kawasan.

“Namun, platform lintas batas ini memiliki tantangan tersendiri yang dapat memberikan tekanan cukup kuat,” kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi saat melakukan pertemuan bilateral dengan Duta Besar United States Trade Representative (USTR) Katherine Tai di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (11/5).

Dalam siaran pers yang diterima jakarta.suaramerdeka.com dari Kementerian Perdagangan, Jumat (13/5), Lutfi menjelaskan tekanan tersebut sangat dirasakan oleh para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

“Hal itu mengingat dinamika perdagangan internasional yang kontraproduktif, dengan pertumbuhan ekonomi dalam dua tahun terakhir. Misalnya, pandemi Covid-19, distorsi terhadap rantai pasok global dan regional,” ujarnya.

Termasuk pula eskalasi konflik Rusia dan Ukraina, hingga melemahnya kepercayaan dunia terhadap sistem perdagangan multilateral. Dikatakan, kerja sama ekonomi digital ASEAN-AS menjadi salah satu isu penting yang dibicarakan.

“Khususnya dalam kerangka pembahasan isu ekonomi bilateral, regional dan multilateral. Untuk itu, perlu kerja sama seluruh negara dalam menghentikan upaya-upaya kapitalisme modern, yang saat ini berkembang di platform digital,” tandasnya.

Pada pertemuan dilakukan di sela rangkaian Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Khusus ASEAN-AS yang berlangsung sejak Rabu hingga hari ini, Lutfi juga menyampaikan rencana pelaksanaan Pertemuan Khusus ASEAN Economic Ministers (AEM) pada 18 Mei 2022 di Bali.

Sementara Katherine Tai menyampaikan, AS memiliki program dalam pembangunan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik. Dimana Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki pengaruh cukup signifikan di kawasan Asia Tenggara.

“Agenda AS di kawasan Indo-Pasifik adalah melalui perwujudan Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). Yang mana memiliki fleksibilitas dan terdiri atas empat pilar utama yang saling terkait,” tegasnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Ketahanan Ekonomi Indonesia Bisa Tarik Investor

Kamis, 1 Desember 2022 | 20:27 WIB

Masyarakat Antusias Belanja di Pertamina SMEXPO 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 07:27 WIB

TECH Optimis Menyambut Tahun 2023

Rabu, 30 November 2022 | 14:56 WIB

Koordinasi Pusat dan Daerah Kunci Pengendalian Inflasi

Selasa, 29 November 2022 | 19:35 WIB
X