MIND ID Butuh dukungan DPR RI Kawal Keberlanjutan Operasional Smelter

- Minggu, 26 Juni 2022 | 15:01 WIB

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-

Hilirisasi industri pertambangan menjadi sebuah keniscayaan agar Indonesia memiliki nilai tambah di sektor pertambangan, karena sejauh ini ekspor tambang yang dilakukan oleh Indonesia, baik tambang nikel, emas ataupun tembaga semuanya dalam kondisi mentah.


“Simpelnya, di sini nikel mentah dijual misal lima rupiah, diolah di sana hingga menjadi barang jadi atau setengah jadi, kemudian kita impor lagi, harganya itu bisa sampai 100 rupiah, padahal resource-nya dari kita, kita hanya hanya dapat lima rupiah saja.

Makanya kita investasi membuat pemurnian, smelter, agar hasil tambang bisa menjadi bahan setengah jadi sehingga ada nilai tambah dan kita tidak tergantung pada luar negeri,” ungkap Direktur MIND ID Dany Amrul di Surabaya, Minggu (26/6/2022).

Baca Juga: Seleb Kondang Beraksi di KIE 2022


Untuk itulah, MIND ID sebagai holding pertambangan berupaya merampungkan proyek pembangunan smelter yang berlokasi di Gresik di tahun 2023.

“Kemajuan fisik sekarang sudah mencapai 32,5 persen dengan biaya yang sudah terserap US$ 990 juta atau sekitar Rp 13 hingga Rp 14 triliun,” terangnya.


Pembangunan hingga Desember 2022 ditarget sudah mencapai 50 persen dengan serapan investasi yang diperkirakan akan mencapai Rp 23 triliun.

Baca Juga: FIFA Tetapkan 21 November-18 Desember Piala Dunia Qatar, Tim Boleh Daftarkan 26 Pemain

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Industri Dalam Negeri Hadapi Tantangan Baru

Jumat, 23 September 2022 | 19:51 WIB
X