Keterlibatan Milenial Ciptakan Destinasi Wisata Budaya Baru di Labuan Bajo

- Selasa, 28 Juni 2022 | 18:16 WIB

LABUHAN BAJO  NTT,suaramerdeka-jakarta.com- Labuan Bajo kini punya Destinasi Wisata Baru berbasis Budaya yang melibatkan partisipasi hampir semua kalangan masyarakat di Kampung Kaper, Desa Golo Bilas - Kecamatan Komodo, Labuan Bajo.

Dengan letak yang sangat strategis di pinggir jalan Trans Flores dan hanya berjarak sekitar 2,4 KM dari pusat kota Labuan Bajo, warga Kampung Kaper melaksanakan peresmian dan sekaligus _launching_ "Sanggar Kope Oles Todo Kongkol" di halaman Rumah Adat (_Mbaru Gendang_) Kaper, Desa Golo Bilas dengan dihadiri Wakil Bupati Manggarai Barat, bersama Tua Golo Kaper, Direktur Utama BPOLBF, Ketua DPRD Mabar, dan Kadispar Mabar, Sabtu (25/06/2022) lalu.

Menampilkan atraksi budaya berupa berbagai tarian adat seperti tarian caci (tari perang orang Manggarai), permainan khas orang manggarai (rangkuk alu), tarian dan nyanyian melingkar (Danding), tarian kontemporer kreasi anak muda,

Baca Juga: Eddie Karsito Datang, Film Bunga Semerah Darah Karya WS. Rendra, Menjelang

dan masih banyak atraksi budaya lainnya yang sarat akan nilai dan nuansa adat Manggarai disuguhkan bagi para pengunjung yang juga terdiri dari wisatawan nusantara dan mancanegara yang sedang berkunjung ke Labuan Bajo.

Beberapa produk UMKM lainnya yang dihasilkan warga Desa Golo Bilas juga turut dihadirkan saat Launching antara lain, Topi Rea (peci anyam), tenun manggarai, minuman herbal, nasi khas manggarai (Nasi Kolo), coconut palm sugar, virgin coconut oil, kopi manggarai, berbagai camilan olahan lokal dan ragam kuliner lainnya.

Membuka kegiatan peresmian, Wakil Bupati Manggarai Barat, dr. Yulianus Weng, M.Kes. berharap agar kehadiran Sanggar Kope Oles Todo Kongkol dapat semakin melestarikan budaya Manggarai salah satunya dengan pariwisata yang menurutnya dapat menjadi jalan untuk merawat nilai budaya Manggarai.

Baca Juga: Pilkades Serentak Harus Terapkan Prokes

_"Perkembangan pariwisata boleh pesat, tapi tidak boleh meruntuhkan atau menghilangkan atau menggerus nilai-nilai budaya yang sudah ada, bertumbuh, berkembang, dan hidup di tengah masyarakat.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Digitalisasi Dorong Kaum Muda Minati Investasi

Senin, 3 Oktober 2022 | 20:16 WIB

Energi Terbarukan Tingkatkan Nilai Kompetitif

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:38 WIB

Ketika Kopi Bersemi di Cibulao

Senin, 3 Oktober 2022 | 13:35 WIB

Bank Muamalat Biayai Proyek Bus Listrik PT INKA

Senin, 3 Oktober 2022 | 03:52 WIB

Importir Kedelai Amerika akan Terima Sertifikat SSAP

Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:42 WIB
X