Indonesia - AS Sepakat Pererat Hubungan Ekonomi di Kawasan

- Selasa, 28 Juni 2022 | 19:39 WIB
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat menerima kunjungan (courtesy call) Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Kim. (Biro Humas Kemendag)
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat menerima kunjungan (courtesy call) Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Kim. (Biro Humas Kemendag)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Indonesia dan Amerika Serikat (AS) sepakat memperkuat kerja sama perdagangan. Hal itu untuk memulihkan ekonomi pascapandemi dan mempercepat pertumbuhan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik.

"Kami mengapresiasi dan menyambut baik upaya AS untuk menjalankan inisiatif Indo-Pacific Economic Framework for Prosperity (IPEF)," kata Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat menerima kunjungan (courtesy call) Duta Besar AS untuk Indonesia Sung Kim di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Selasa (28/6).

Menurutnya, penguatan kerja sama itu adalah untuk memastikan pertumbuhan ekonomi di kawasan Indo-Pasifik. Dimana saling menguntungkan, inklusif dan terbuka.

"Setidaknya tiga elemen penting yang menjadi perhatian Indonesia terkait inisiatif tersebut. Yaitu unsur fleksibilitas, arah dan prosedur yang jelas, serta keterbukaan dalam pembahasan Pilar IPEF," ujarnya.

Selain itu, kata dia, skema IPEF harus disinergikan dengan skema ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP) yang lebih dulu ada. Mendag juga menyampaikan, Indonesia dan AS dapat semakin mempererat hubungan bilateral yang sudah terjalin sejak 73 tahun yang lalu.

"Diantaranya dengan adanya inisiatif Trade and Investment Framework Agreement (TIFA) yang sudah terbentuk sejak 1996. Melalui forum TIFA, kedua negara dapat saling membahas mengenai isu-isu perdagangan dan investasi, serta berbagai potensi kerja sama," tandasnya.

Otorisasi
Diharapkan, pertemuan TIFA Tingkat Menteri dapat terlaksana. Terkait fasilitas Generalized System of Preference (GSP), Mendag turut menyampaikan pentingnya otorisasi pemberlakuan kembali GSP bagi Indonesia.

"Produk Indonesia yang mayoritas merupakan produk usaha kecil dan menengah (UKM), akan melengkapi kebutuhan industri AS bukan sebagai pesaing. Selain itu, Indonesia siap menjadi pemasok alternatif industri AS dengan kualitas dan harga yang bersaing," tegasnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, keputusan dan dukungan Kongres AS untuk segera mengesahkan kembali pemberian fasilitas GSP untuk Indonesia, sangat berperan besar dalam mendorong pembangunan ekonomi kedua negara.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Transaksi Perdagangan Digital Tumbuh Lebih 50 Persen

Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:22 WIB

LPDB-KUMKM bantu Pengembangan Usaha untuk Koperasi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 12:08 WIB

LPDB-KUMKM Salurkan Dana Bergulir Untuk 5 Koperasi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:53 WIB

Perkuat Ekosistem Cashless, BNI Gandeng Indomaret

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:51 WIB

Rayakan Kemerdekaan, MR.DIY Buka Toko ke-400

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:57 WIB
X