UMKM Perlu Sejumlah Faktor Pendukung untuk Beralih ke Digital

- Selasa, 28 Juni 2022 | 20:51 WIB

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-

Selama pandemi, jumlah pembelanja online di Indonesia naik dari 75 juta orang menjadi 85 juta orang. Nilai transaksi e-commerce di Indonesia diperkirakan menjadi ke-3 terbesar di dunia setelah Cina dan India.

Namun, untuk mencapai nilai transaksi e-commerse terbesar juga diperlukan keterampilan dan pengetahuan bagaimana berjualan di marketplace agar bisa bersaing dengan jutaan penjual, serta ikut menikmati keuntungan di pasar digital tersebut.

Lantas, cara apa yang sesuai untuk meningkatkan keterampilan agar penjualan di marketplace bisa berkembang?

Baca Juga: BPKH Raih Opini WTP 4 Kali Berturut-turut dari BPK

CEO ukmindonesia.id, Gilang Ageng mengungkapkan bahwa landscape UMKM di Indonesia sebenarnya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang memunculkan digitalisasi, dan untuk bisa menjadi digital, UMKM membutuhkan faktor pendukung.

“Kalau dibilang landscape digitalisasi UMKM di Indonesia tidak terputus dengan faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi faktor-faktor digitalisasi itu muncul.

Di Indonesia, di masa pandemi, ada jutaan UMKM yang masuk ke dunia digital, karena itu salah satu kebutuhan UMKM itu sendiri.

 

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Transaksi Perdagangan Digital Tumbuh Lebih 50 Persen

Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:22 WIB

LPDB-KUMKM bantu Pengembangan Usaha untuk Koperasi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 12:08 WIB

LPDB-KUMKM Salurkan Dana Bergulir Untuk 5 Koperasi

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:53 WIB

Perkuat Ekosistem Cashless, BNI Gandeng Indomaret

Sabtu, 13 Agustus 2022 | 11:51 WIB

Rayakan Kemerdekaan, MR.DIY Buka Toko ke-400

Jumat, 12 Agustus 2022 | 11:57 WIB
X