Kesadaran Berasuransi Masyarakat Indonesia Sangat Rendah

- Jumat, 1 Juli 2022 | 06:26 WIB
Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Wiroyo Karsono. (Dokumentasi AAJI)
Ketua Bidang Marketing dan Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Wiroyo Karsono. (Dokumentasi AAJI)

 

BANDUNG, suaramerdeka-jakarta.com, Penetrasi asuransi jiwa di Indonesia terbilang sangat rendah dibandingkan lima negara besar di Asean. Selain itu, penetrasi aset keuangan asuransi juga sangat tertinggal dibanding aset lain seperti perbankan, pasar modal, dan dana pensiun.

“Penetrasi asuransi jiwa di Indonesia itu sangat-sangat rendah jika kita bandingkan dengan negara tetangga kita,” kata Marketing dan Komunikasi Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Wiroyo Karsono di Bandung, Kamis, 30 Juni 2022.

Dia memaparkan penetrasi asuransi jiwa di Indonesia tercatat sebesar 5,8%. Angka ini lebih rendah dibanding negara tetangga yakni Malaysia yang mencapai 20,3%, Filipina 8,5%, Singapura 47,5%, dan Thailand 23,2%.

Wiroyo menuturkan industri asuransi jiwa di Indonesia relatif tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga jika dilihat dari sisi rasio asset to Gross Domestic Product (GDP) densitas termasuk penetrasinya.

Hal ini terlihat dari densitas atau rata-rata pengeluaran masyarakat Indonesia untuk produk industri asuransi jiwa pada 2020 hanya sebesar US$54 atau Rp761.670 per tahun. Sementara tingkat penetrasinya hanya mencapai 1,2% untuk rasio pendapatan premi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) dan 7,8% untuk rasio tertanggung perorangan terhadap jumlah penduduk.

Kita engga kemana-mana, bahkan (densitas) cenderung berkurang, 2020 US$54, tadinya US$73 di tahun 2017. Mungkin juga karena pengaruh pandemi,” sebutnya.

Baca Juga: Vladimir Putin Terima Kunjungan Presiden Jokowi di Kremlin

Tidak hanya itu, rasio aset terhadap PDB sektor keuangan di Indonesia juga cenderung lebih rendah dibanding negara-negara di kawasan ASEAN. Termasuk aset keuangan industri asuransi.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

KTT G20 Beri Manfaat, Transaksi Valas Naik Hingga 40%

Kamis, 3 November 2022 | 14:14 WIB
X