LPEI Bangun Desa Devisa Kluster Udang untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekspor Jawa Timur

- Senin, 18 Juli 2022 | 15:05 WIB
Indonesia Eximbank Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) baru-baru ini meresmikan Desa Devisa Kluster Udang di Situbondo yang disaksikan Wakil Bupati Situbondo Hj. Khoirani S.Pd., M.H (15/7)  (Foto: Dok LPEI)
Indonesia Eximbank Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) baru-baru ini meresmikan Desa Devisa Kluster Udang di Situbondo yang disaksikan Wakil Bupati Situbondo Hj. Khoirani S.Pd., M.H (15/7) (Foto: Dok LPEI)

 

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com–Produk udang dan olahannya asal Jawa Timur, Indonesia, berpotensi besar memenuhi kebutuhan pasar global. 

Berdasarkan data dari International Trade Center (dalam tademap.org), nilai ekspor Perikanan (HS 03 dan 1603-1605) Dunia di pasar global pada tahun 2021 mencapai USD164,24 miliar (naik 15,34% yoy). 

Selama lima tahun terakhir (2017-2021) ekspor Perikanan Dunia secara rata-rata meningkat 3,23% per tahun.

Secara spesifik untuk produk udang dan olahannya (HS 0306 dan 1605), pada tahun 2021 mencapai USD48,36 miliar (meningkat 26,27% yoy pada 2021).

Baca Juga: Mau Olahraga Sambil Nge-chill dan Nongkrong Asik? Yuk Cobain Area Sportainment Jaksel Ini

Selama lima tahun terakhir (2017-2021) ekspor udang dan olahannya dunia secara rata-rata meningkat 4,91 % per tahun. 

Indonesia menjadi salah satu negara pengekspor komoditas perikanan dan menempati peringkat 11 dunia, selain itu juga menguasai pangsa pasar ekspor sebesar 3,2% pada 2021 (atau mencapai USD5,26 miliar).

 Adapun lima negara pengekspor utama komoditas perikanan di dunia adalah Tiongkok, Norwegia, Vietnam, India dan Kanada. 

Halaman:

Editor: Arief Sinaga

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X