Produksi Emas Berikan Kontribusi Signifikan

- Rabu, 20 Juli 2022 | 16:31 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Dok. Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Pengolahan dan pemurnian (smelter) yang sedang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur, dinilai akan memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

"Nilai tambah produksi emas itu memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian Indonesia di pusat dan Papua," kata pengamat ekonomi dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi, Rabu (20/7).

Penulis buku Freeport Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi itu juga menerangkan, produksi emas yang sedemikian besar, adalah buah dari keberhasilan pemerintah. Yakni saat mengambil alih PT Freeport Indonesia dari saham minoritas sekitar 9,4 persen, menjadi saham mayoritas sebesar 51,2 persen.

"Produksi emas yang melimpah itu merupakan hasil divestasi 51 persen. Yang salah satu syaratnya adalah smelterisasi di dalam negeri," ujarnya.

Dikatakan, sebelumnya Indonesia hampir tidak mendapat manfaat dari produksi emas PT FI. Hal itu lantaran smelterisasi konsentrat dilakukan di luar negeri.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan PT FI akan memproduksi emas sebesar 1 ton per minggu dari smelter. Yang mana sedang dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) JIIPE, Gresik, Jawa Timur.

"Dengan adanya investasi 200 juta dolar AS, untuk tahap awal PT FI bisa memproduksi 35 ton emas per tahun. Produksi emas yang besar di dalam negeri, bisa membuat Indonesia segera membentuk bullion bank, atau bank yang bisa menerima transaksi emas selain mata uang biasa," tandasnya.

Masuk Lagi
Sehingga kalau ditangkap dengan bullion bank, tidak perlu dikirim ke Singapura. Karena kebanyakan sekarang dikirim ke Singapura, lalu dari Singapura masuk lagi ke Indonesia.

"Sehingga hampir seluruh industri perhiasan itu adalah cost-nya hanya tolling fee. Karena tentu kaitannya dengan insentif fiskal dengan PPN," tegas Ketua Umum Golkar itu.

Adapun proyek smelter senilai Rp 42 triliun itu, akan mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga per tahun. Selain itu memproduksi 600 ribu ton katoda tembaga dan 35 ton emas per tahunnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Digitalisasi Dorong Kaum Muda Minati Investasi

Senin, 3 Oktober 2022 | 20:16 WIB

Energi Terbarukan Tingkatkan Nilai Kompetitif

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:38 WIB

Ketika Kopi Bersemi di Cibulao

Senin, 3 Oktober 2022 | 13:35 WIB

Bank Muamalat Biayai Proyek Bus Listrik PT INKA

Senin, 3 Oktober 2022 | 03:52 WIB

Importir Kedelai Amerika akan Terima Sertifikat SSAP

Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:42 WIB
X