Ciptakan Ekosistem Silicon Valley bagi Startup, Jababeka Gandeng BRIN, BISA AI, dan Indogen

- Kamis, 21 Juli 2022 | 20:58 WIB
Acara penandatanganan Nota  Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang menggandeng Badan Riset  dan Inovasi Nasional (BRIN), BISA AI (PT Bisa Artifisial Indonesia) dan Indogen Capital pada Kamis, 21 Juli 2022 (SM/Dok)
Acara penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BISA AI (PT Bisa Artifisial Indonesia) dan Indogen Capital pada Kamis, 21 Juli 2022 (SM/Dok)

JAKARTAsuaramerdeka-jakarta.com - Untuk mewujudkan Indonesia 4.0, PT Jababeka.Tbk berkomitmen untuk menciptakan lingkungan serta ekosistem yang mendukung, agar seluruh stakeholders dapat memanfaatkan teknologi dengan berkelanjutan dan efisien.

"Dalam hal ini, keterlibatan BRIN, Indogen Capital, dan BISA AI menjadi langkah strategis untuk memfasilitasi pelaku industri agar tergabung dalam lingkungan yang tak hanya tech-savvy, namun juga kreatif dan kolaboratif," ujar Direktur utama Jababeka Infrastruktur, Tjahjadi Rahardja di Jakarta pada Kamis, 21 Juli 2022.

Pada semester II 2022, PT Jababeka.Tbk akan meluncurkan proyek Jababeka Silicon Valley, suatu pengembangan kawasan pusat inovasi dan bisnis modern terpadu berbasis teknologi terbesar dan diyakini sebagai “The Next Silicon Valley” di Indonesia. 

Salah satu objektifnya adalah untuk mengakselerasi pertumbuhan startup yang memberikan dampak terhadap perkembangan industry 4.0 dan society 5.0 di tanah air.

Mendorong kesuksesan program tersebut, PT Jababeka.Tbk secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), BISA AI (PT Bisa Artifisial Indonesia) dan Indogen Capital.

Hal ini disambut baik oleh Pelaksana tugas (Plt.) Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), R. Hendrian bahwa dalam rangka kerja sama dengan Jababeka, harapan kami dapat memberikan dukungan untuk peningkatan aktifitas dan pemanfaatan hasil riset dan inovasi, khususnya pada startup dan industri yang ada di Jababeka. 

"Di mana, BRIN saat ini memiliki 12 organisasi riset dan 85 pusat riset yang bisa bersinergi," kata Hendrian.

Selain itu, Hendrian menambahkan BRIN memiliki program-program yang bisa dimanfaatkan bersama untuk mendukung program ini seperti e-katalog inovasi, super tax deduction serta program pendanaan yang bersifat kompetitif dengan berkolaborasi bersama periset BRIN.

Seperti Program Perusahaan Pemula Berbasis Riset (PPBR), Riset dan Inovasi untuk Indonesia Maju (RIIM), dan program lainnya. Ketentuan dan Informasi lebih lanjut bisa diakses di laman https://pendanaan-risnov.brin.go.id.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Grand Opening Depo Bangunan Ke 12 Kota Medan

Minggu, 13 November 2022 | 17:02 WIB

KB Bukopin Serahkan 4 Unit Mobil Listrik ke Nasabah

Jumat, 11 November 2022 | 17:14 WIB

Akbar Djohan Raih Penghargaan BILA 2022

Rabu, 9 November 2022 | 12:55 WIB

Industri Properti Menunjukkan Tren Positif.

Selasa, 8 November 2022 | 11:47 WIB
X