Investasi Harus Bisa Buka Lapangan Kerja

- Kamis, 28 Juli 2022 | 19:50 WIB
Presiden Joko Widodo dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan  Ketua Japan-Indonesia Parliamentary Friendship League Nikai Toshihiro. (BPMI Sekretariat Presiden)
Presiden Joko Widodo dan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto saat bertemu dengan Ketua Japan-Indonesia Parliamentary Friendship League Nikai Toshihiro. (BPMI Sekretariat Presiden)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Investasi yang masuk di Indonesia, harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan dalam negeri. Selain itu, investasi dari Jepang diharapkan bisa membuka lapangan kerja sebesar-besarnya untuk masyarakat Indonesia.

"Dengan demikian, perekonomian rakyat akan terdongkrak," kata ekonom Indef Ahmas Heri Fidaus di Jakarta, Kamis (28/7).

Seperti diketahui, Jepang berkomitmen menanam investasi di Indonesia senilai Rp 75,4 triliun atau 5,25 miliar dolar AS pada 2023. Komitmen investasi itu didapat saat Presiden Joko Widodo melakukan pertemuan dengan 10 CEO perusahaan Jepang.

"Investasi yang masuk dari Jepang diharapkan bisa menyerap tenaga kerja. Supaya pendapatan masyarakat meningkat dan mengurangi pengangguran," ujarnya.

Menurut Ahmad, salah satu industri yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar adalah industri manufaktur. Investasi yang masuk ini harus diarahkan ke sektor-sektor yang sifatnya industri manufaktur atau pengolahan.

"Atau sektor-sektor yang mampu menyerap tenaga kerja padat karya," harapnya. Selain itu, investasi juga mestinya bisa difokuskan pada hilirisasi industri.

Nilai Tambah
Sehingga, sumber daya alam yang melimpah di Indonesia, harus bisa dioptimalkan dalam penggunaan dan pengolahan. Hal itu patut dilakukan untuk menciptakan nilai tambah.

"Selain itu, mengisi rantai produksi dari hulu ke hilir sebuah produk. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana bisa melakukan hilirisasi industri," tandasnya.

Artinya, kata dia, dengan sumber daya alam yang dimiliki, semua bisa diolah untuk menjadi barang yang bernilai tambah. Terkait energi baru terbarukan (EBT), investasi dari Jepang menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Inflasi Melandai, Momentum Bagus Jelang Nataru

Jumat, 2 Desember 2022 | 20:46 WIB

Q3-2022, Laba Bersih PertaLife Melonjak 71,04 Persen

Jumat, 2 Desember 2022 | 15:56 WIB

Ketahanan Ekonomi Indonesia Bisa Tarik Investor

Kamis, 1 Desember 2022 | 20:27 WIB

Masyarakat Antusias Belanja di Pertamina SMEXPO 2022

Kamis, 1 Desember 2022 | 07:27 WIB
X