Big Data; Solusi Kesenjangan Kompetensi Pendidikan dan Industri

- Jumat, 29 Juli 2022 | 22:29 WIB
Direktur Utama IndoSterling Technomedia Tbk (TECH) Billy Andrian (Istimewa )
Direktur Utama IndoSterling Technomedia Tbk (TECH) Billy Andrian (Istimewa )

JAKARTA, Jakarta.Suaramerdeka.com,-  Penguasaan teknologi big data dapat menjadi solusi mengatasi kesenjangan kompetensi antara sistem pendidikan tinggi dan kebutuhan industri yang dituntut adaptif terhadap tuntutan kehadiran smart society 5.0.

Menurut Direktur Utama IndoSterling Technomedia Tbk (TECH) Billy Andrian data telah menjadi aset bisnis yang strategis sehingga setiap pekerjaan profesional harus beradaptasi dengan pola pikir baru ini. Artinya perguruan tinggi yang bermitra dengan industri harus bergerak cepat memastikan lulusan memiliki keterampilan yang dibutuhkan untuk era big data

“Untuk itu kurikulum yang ada harus ditinjau dan disesuaikan agar relevan dengan kebutuhan industri. Namun kecepatan adaptasi kurikulum dengan kebutuhan industri akan sulit terjadi, untuk itu edutech dapat menjadi solusi untuk memangkas jarak kualitas pada talenta yang ada,” tuturnya, Kamis (28/7/2022).

Baca Juga: Bohong

Implementasi big data di edutech bisa jadi solusi. Melalui seperangkat alat analisis big data bisa menjadi modal awal paling berharga untuk memetakan skill paling relevan di industri, baik untuk para pencari kerja maupun para pengajar.

Edutech atau Education Technology dapat diartikan sistem pendidikan modern yang mengacu pada penggunaan peranti keras (hardware) dan peranti lunak (software) yang dirancang untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran di ruang kelas serta meningkatkan hasil Pendidikan.

Baca Juga: Merayakan Urban Space di Citayam Fashion Week.

Jika diimplementasikan pada edu tech maka big data tak hanya bisa mengurai permasalahan benang kusut permasalahan kurikulum, tapi juga memegang peranan penting dalam memetakan kebutuhan bisnis yang sifatnya cepat. 

Misalnya, dengan memanfaatkan kelebihan big data yang memberikan analisis prediktif dari data-data yang ada bisnis bisa memetakan kebutuhan talenta yang diselaraskan dengan visi untuk beberapa tahun ke depan. Dari sana kemudian bisa disusun pipeline SDM untuk melacak kapan talenta dibutuhkan, seperti apa kemampuan yang diharapkan dan variabel lainnya. 

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

TEGUK Resmi Buka Outlet di New York Amerika Serikat

Selasa, 27 September 2022 | 11:44 WIB

Partisipasi PPI Dalam Pameran Pasar Kopi di Eropa

Senin, 5 September 2022 | 22:25 WIB

Bos Lippo Beri Jalan Agar Sektor Properti Bangkit

Senin, 5 September 2022 | 14:51 WIB
X