Jadi Presiden Komisaris Unilever Indonesia, Sanjiv Mehta Optimistis Hadapi Berbagai Tantangan

- Jumat, 29 Juli 2022 | 23:32 WIB
Presiden Komisaris Unilever Indonesia Sanjiv Mehta (kiri) dan Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti. (Dokumentasi)
Presiden Komisaris Unilever Indonesia Sanjiv Mehta (kiri) dan Presiden Direktur Unilever Indonesia Ira Noviarti. (Dokumentasi)

 

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) mengangkat Presiden Komisaris Baru, yakni Sanjiv Mehta yang menggantikan Hemant Bakshi. Pergantian dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa pada hari Kamis, 28 Juli 2022 di Kantor Pusat Graha Unilever BSD Tangerang.

Sanjiv Mehta yang berasal dari India mengakui baik negaranya maupun Indonesia memiliki banyak kesamaan. "Ini adalah tugas baru yang menantang, tapi India dan Indonesia memiliki budaya yang hampir sama," ucap Sanjiv, dalam konferensi pers.

Sanjiv pun optimistis bisa membawa angin segar di tengah banyaknya tantangan baik dari ranah domestik maupun global. Meskipun, dia menilai Indonesia merupakan salah satu negara emerging market yang memiliki potensi ekonomi luar biasa.

"Penduduk Indonesia hampir sama dengan India dan ini jadi peluang yang besar bagi Unilever," katanya yang sudah berkarier selama 30 tahun di Unilever berbagai negara ini.

Sebelumnya, Sanjiv Mehta (61) merupakan Chief Executive Officer & Managing Director Hindustan Unilever Limited. Sanjiv juga memimpin bisnis Unilever di Asia Selatan sebagai Presiden Unilever Asia Selatan dan merupakan anggota Eksekutif Kepemimpinan Unilever. Dia juga merupakan anggota 'Unilever Leadership Executive', Dewan Eksekutif Global Unilever yang bertanggung jawab untuk menjalankan raksasa consumer goods secara global. Ia mendapatkan gelar Bachelor's in Commerce, Chartered Accountancy, dan menyelesaikan Program Advanced Management (Harvard Business School).

Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Lagi-lagi Rans Nusantara FC Bermain Imbang

Setelah mengemban jabatan presiden komisaris di Indonesia, Sanjiv meyakini akan menghadapi beragam tantangan mulai dari inflasi domestik dan global, disrupsi rantai pasokan akibat perang Rusia - Ukraina, kenaikan harga minyak dan gas hingga ancaman resesi di Amerika Serikat. Namun, ia optimistis perusahaan bisa menghadapi berbagai tantangan tersebut.

“Bagaimana enggak kehilangan market share, konsumen, dan melindungi model bisnis di era adanya hiperinflasi seperti sekarang ini,” ungkapnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Parlemen Dorong Peningkatan Konsumsi B30

Rabu, 14 September 2022 | 08:30 WIB
X