INSA : Diskriminasi terjadi di Angkutan Laut yang dilakukan Pemerintah, padahal Jargon Jokowi Maritim

- Sabtu, 6 Agustus 2022 | 19:47 WIB


JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com-

Pengurus DPP INSA Bidang Penumpang dan Roro, Rakhmatika Ardianto mengatakan, kondisi pentarifan untuk angkutan laut penumpang ekonomi yang selama ini diterapkan oleh PT. Pelni, saat ini sangat tertinggal dibandingkan dengan tarif transportasi lainnya.

“Tarif yang berlaku sesuai dengan PM 109 Tahun 2017 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Laut Dalam Negeri Kelas Ekonomi yaitu sekitar Rp 575/mil, tertinggal dibandingkan dengan tarif angkutan penyeberangan yang mencapai rata-rata Rp 875/mil.

Sedangkan untuk tarif angkutan penyeberanganpun selama ini juga tergolong rendah dan perhitungannya di bawah perhitungan HPP yang telah dihitung oleh pemerintah,” katanya kepada wartawan.

Baca Juga: PSIS Semarang Menang Gara-gara Marukawa Diving?

PT Pelni sebagai BUMN yang mengoperasikan mayoritas angkutan laut penumpang dalam negeri mendapatkan kompensasi subsidi PSO yang sangat besar, meskipun tarif yang berlaku untuk penumpang sangat kecil.

“Tetapi tidak demikian dengan kapal penumpang swasta yang harus berinvestasi kapal sendiri dan pengoperasiannya tidak mendapatkan subsidi PSO dari pemerintah.

Sehingga, kondisinya lebih sulit lagi untuk menutup biaya operasionalnya. Sedangkan, untuk tarifnya tidak mungkin dinaikkan melebihi tarif yang diterapkan oleh PT Pelni,” jelasnya.

Baca Juga: Penerapan Best Pathways akan Terlihat saat Anak Memasuki Usia SMP dan SMA

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Digitalisasi Dorong Kaum Muda Minati Investasi

Senin, 3 Oktober 2022 | 20:16 WIB

Energi Terbarukan Tingkatkan Nilai Kompetitif

Senin, 3 Oktober 2022 | 16:38 WIB

Ketika Kopi Bersemi di Cibulao

Senin, 3 Oktober 2022 | 13:35 WIB

Bank Muamalat Biayai Proyek Bus Listrik PT INKA

Senin, 3 Oktober 2022 | 03:52 WIB

Importir Kedelai Amerika akan Terima Sertifikat SSAP

Minggu, 2 Oktober 2022 | 15:42 WIB
X