Tekan Inflasi, Konsep Urban Farming Dipermak Lebih Menarik

- Selasa, 9 Agustus 2022 | 17:57 WIB

BANDUNG, jakarta.suaramerdeka.com - Jabar tengah memperbarui konsep urban farming sehingga diharapkan masyarakat luas bisa lebih tertarik untuk mengikutinya.

Di antaranya, membuat gerakan itu bernilai ekonomi di samping diproyesikan bisa menekan inflasi. Pasalnya, kekurangan komoditas saat ini terlalu diatur hukum pasar.

Rencananya, kemasan anyar kegiatan cocok tanam di perkotaan itu meluncur pada pertengahan Agustus ini. "(Salah satunya) produknya dibeli," kata Gubernur Jabar, Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Selasa (9/8).

Menurut dia, penyerapan oleh pasar menjadi faktor pembeda. Sebelumnya, kata Emil mengakui, urban farming memang sempat digalakan di masa lalu. Hanya saja, program itu kecenderungannya menjadi layu mengingat hanya ditujukan kepada konsumsi sendiri.

Baca Juga: Pemerintah Diminta Perbaiki Tata Kelola Komoditas Pangan Atasi Kenaikan Harga

Padahal, produksinya bisa berlimpah tapi tak termanfaatkan. "Karena itu, nanti begitu panen, ada yang ambil, dan bayar, seperti ekonomi sirkular di sampah," kata mantan Walikota Bandung itu.

Untuk keperluan tersebut, pihaknya akan mengoptimalkan keberadaan BUMD Pangan. Dalam operasionalnya, terutama untuk memudahkan penyerapan hasil panen, pihaknya sudah mengintruksikan pembuatan aplikasi khusus.

Dijelaskan, komoditas yang siap menjadi percontohan sudah ditetapkan. Ketiganya adalah cabe, bawang merah, dan tomat," jelasnya.

Baca Juga: Tingginya Harga Komoditas, Peluang bagi Petani

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Industri Dalam Negeri Hadapi Tantangan Baru

Jumat, 23 September 2022 | 19:51 WIB

Kolaborasi Antar Lembaga Transportasi Mendukung LRT

Jumat, 23 September 2022 | 16:03 WIB
X