Transaksi Perdagangan Digital Tumbuh Lebih 50 Persen

- Minggu, 14 Agustus 2022 | 12:22 WIB

Jakarta, suaramerdeka-jakarta.com - Mengutip laporan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, nilai transaksi perdagangan digital (e-commerce) Indonesia pada tahun 2021 mencapai Rp401,25 triliun; bertumbuh lebih dari 50% dibandingkan pada tahun 2020 yaitu sebesar Rp 266,3 triliun.  Sementara Laporan dari Google e-Conomy SEA 2021 menunjukkan pertambahan jumlah konsumen digital baru yang cukup tinggi dengan lokasi sebaran yang semakin merata. Tercatat, terdapat 21 juta konsumen digital baru sejak pandemi (sampai dengan semester pertama 2021) dengan 72% berasal dari area non-metropolitan. 
 
Menurut Founder dan CEO Sribu Ryan Gondokusumo, pandemi COVID-19 telah mengakselerasi pertumbuhan ekonomi digital Indonesia dengan sangat cepat dan masif. Hal ini terlihat dari pertumbuhan jumlah pengguna internet di Indonesia dengan sebaran demografi konsumen digital yang semakin merata selama dua tahun terakhir ini. Perdagangan digital (digital commerce) yang semula terbatas untuk kalangan tertentu kini telah menjadi hal umum dan dinikmati oleh khalayak ramai. 
 
"Kondisi ini pada akhirnya membuat pelaku usaha harus segera membangun mereknya di pasar digital," ujarnya. 
 
Ryan menambahkan, konten dan strategi pemasaran merupakan kunci bagi para pelaku usaha untuk mencapai kesuksesan di era digital seperti saat ini.  Ide cerita yang menarik dan dekat dengan keseharian menjadi aspek yang sangat penting dalam pembuatan konten yang menarik bagi konsumen. Selain itu, kualitas konten, baik secara audio maupun visual juga menjadi hal yang diperhatikan oleh konsumen. Untuk membuat konten berkualitas tinggi dan menarik konsumen, tentu membutuhkan keterampilan para ahli di bidang masing-masing. 
 
Dia menyebut, kedepannya, tenaga professional dalam pembuatan konten (termasuk desain, fotografi, videografi, penulisan), pembuatan website, social media marketing, dan end-to-end digital marketingakan semakin dibutuhkan. Para pelaku usaha akan semakin bersaing untuk mendapatkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten di bidangnya. 
 
"Biaya, kualitas, dan kecepatan merupakan beberapa aspek yang menjadi pertimbangan pelaku usaha dalam perekrutan. Platform freelancing seperti Sribu merupakan solusi yang dapat mengakomodasi kebutuhan tersebut,” ujarnya. 
 
Sebagai platform crowdsourcing terbesar dan terdepan di Indonesia, Ryan membeberkan, Sribu mencatatkan pertumbuhan yang sehat dengan rata-rata kenaikan jumlah transaksi sebesar 10-15% setiap tahunnya. Saat ini, lebih dari 15.000 pelaku usaha kecil hingga besar telah menggunakan jasa Sribu seperti Pertamina, DHL, Manulife Investment Management, Indesso, Intiland, Kebab Baba Rafi, Sari Munik, Mega Jaya,  dan masih banyak lagi. 
 
“Tahun ini kami menargetkan jumlah pekerjaan yang diselesaikan melalui platform kami sampai dengan 25.000 pekerjaan dan untuk 5 tahun ke depan, kami menargetkan 500.000 pekerjaan diselesaikan melalui platform kami. Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dan konsisten untuk mengakomodasi kebutuhan pelaku usaha dan freelancer dengan menyediakan wadah yang aman dan nyaman untuk bertemu dan bertransaksi," ujar Ryan. 
 

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Industri Dalam Negeri Hadapi Tantangan Baru

Jumat, 23 September 2022 | 19:51 WIB
X