Subsidi BBM Perlu Diubah Jadi Bantuan Tunai

- Selasa, 16 Agustus 2022 | 20:11 WIB
Ilustrasi aplikasi MyPertamina untuk pembelian BBM Subsidi. (Foto: https://subsiditepat.mypertamina.id)
Ilustrasi aplikasi MyPertamina untuk pembelian BBM Subsidi. (Foto: https://subsiditepat.mypertamina.id)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Kenaikan harga BBM dipastikan mempengaruhi harga pangan. Dimana hal itu akan langsung terasa pada masyarakat rentan.

"Karenanya, masyarakat rentan harus dilindungi dengan Bantuan Langsung Tunai (BLT) jika pemerintah akhirnya menaikkan harga BBM," kata Direktur Riset Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Berly Martawardaya di Jakarta, Selasa (16/8).

Menurutnya, BLT dinilai terbukti efektif dan dapat dipertanggungjawabkan datanya. Dia lalu mencontohkan, saat harga minyak goreng meroket, pemerintah dengan cepat menggelontorkan BLT.

"Apalagi, kenaikan harga pangan terasa di masyarakat bawah. Dimana komponen dan proporsi belanja buat makanan tinggi, yaitu 20 sampai 40 persen," ujarnya.

Dikatakan, mereka perlu dilindungi dengan BLT. Terlebih, mekanisme BLT terbukti bisa didata dan dihitung.

"Subsidi BBM sudah sangat membebani APBN, padahal dampaknya tidak produktif. Subsidi BBM regresif, cenderung dinikmati yang semakin kaya, semakin banyak mobil, semakin banyak jalan," tandasnya.

Dipotong
Dia menambahkan, pada tahun 2014 Presiden Joko Widodo menyampaikan kepada publik bahwa fungsi dan dampak ke masyarakat akan lebih baik jika subsidi dipotong. Saat ini adalah waktunya pemerintah untuk taking the hard choice.

"Dan menjelaskan ke masyarakat serta memitigasi dampak pada masyarakat atau elemen yang paling rentan," tegasnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) Teguh Dartanto mengungkapkan tren positif pemulihan ekonomi Indonesia tengah dihadapkan pada persoalan subsidi energi.

Hal itu sebagai dampak dari gejolak ekonomi global. Oleh karenanya, evaluasi subsidi BBM layak dilakukan oleh pemerintah untuk mengurangi beban fiskal.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

SimInvest Luncurkan Fitur Baru: Investasi Reksa Dana!

Jumat, 3 Februari 2023 | 14:20 WIB

Ada Gaduh Perang Galon di Balik Isu BPA

Jumat, 3 Februari 2023 | 13:39 WIB
X