Aplikasi j-lantah Siap Bantu Kumpulkan Minyak Jelantah dari Ibu Rumah Tangga

- Sabtu, 27 Agustus 2022 | 22:38 WIB
Soft launching aplikasi j-lantah di Jakarta pada Sabtu, 27 Agustus 2022 (SM/Prajtna Lydiasari)
Soft launching aplikasi j-lantah di Jakarta pada Sabtu, 27 Agustus 2022 (SM/Prajtna Lydiasari)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Sejak berdiri pada Oktober 2021, PT Sejahtera Karna Menggoreng (PT SKM) didirikan dengan tujuan untuk mengumpulkan minyak jelantah, terutama yang dihasilkan oleh rumah tangga, agar tidak lagi mencemari lingkungan dan air tanah, serta mencegah/mengurangi terjadinya banjir.

"Kita juga ingin membantu masyarakat Indonesia mengurangi penggunaan minyak goreng curah yang dapat membahayakan kesehatan, yang juga bersumber dari minyak jelantah," ujar General Manager PT SKM, Fachrul soft launching aplikasi j-lantah di Jakarta pada Sabtu, 27 Agustus 2022.

Pengumpulan minyak jelantah dari rumah tangga ini, lanjut Fachrul, juga akan bekerja sama dengan ribuan mitra (driver) dan puluhan pemilik Pool yang tersebar di area Jabodetabek pada tahap awal.

Seperti diketahui, Indonesia adalah penghasil minyak sawit terbesar di dunia, yaitu sekitar 46,8 juta ton di tahun 2021  dengan peningkatan rata-rata 2-3 persen per tahun. Minyak sawit tersebut sebagian diolah untuk menghasilkan minyak goreng dan dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia yang suka sekali makan makanan yang digoreng, karena lebih praktis, murah dan enak.

Minyak goreng yang telah dikonsumsi masyarakat kemudian menjadi limbah berupa minyak jelantah (sering juga disebut UCO atau Used Cooking Oil). Minyak jelantah sebagian dihasilkan oleh pemakaian minyak goreng di industri, seperti restoran, warung, kafe, hotel, pabrik yang jumlahnya sekitar 9 persen.

Tetapi sebagian besar minyak jelantah justru dihasilkan oleh rumah tangga, terutama di daerah perkotaan yang jumlahnya mencapai sekitar 91 persen.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT SKM, Heri Susanto menjelaskan bahwa minyak jelantah yang dihasilkan oleh industri ini sudah banyak yang mengumpulkan. Sedangkan yang dari rumah tangga masih belum banyak yang mengumpulkan.

"Sebagian besar dibuang begitu saja oleh ibu rumah tangga terutama yang tinggal di daerah perkotaan ke wastafel atau tempat cuci piring, tempat sampah, selokan/got, tanah, dan sungai, sehingga mencemari lingkungan dan dapat menyebabkan banjir," jelasnya.

Selain itu, limbah minyak jelantah yang dibuang ke tanah ini dapat menyumbat pori-pori tanah, mencemari air tanah, dan dapat menyumbat saluran drainase. Sebagian penelitian menyebutkan bahwa 1 liter minyak jelantah dapat mencemari 1.000 liter s/d 1.000.000 liter air tanah.

"Padahal, minyak jelantah tersebut jika dikumpulkan sebenarnya dapat dimanfaatkan, yaitu salah satunya untuk menjadi bahan baku biodiesel," tuturnya.

PT SKM menyediakan aplikasi j-lantah bagi para User seperti rumah tangga, restoran, dan juga Mitra j-lantah, yakni driver online dengan jumlah penyetoran minimal 1 liter, sehingga diharapkan sebagian besar minyak jelantah yang dihasilkan oleh rumah tangga tidak lagi dibuang begitu saja tapi dapat dikumpulkan untuk menjadi bahan baku biodiesel.

"Dengan begitu, memberikan penghasilan tambahan bagi ibu rumah tangga, membuka ribuan lapangan kerja bagi mitra j-lantah, dan juga income bagi para pemilik Pool yang mengalami kesulitan ekonomi karena situasi dan kondisi pandemi yang cukup panjang," ungkapnya.

Heri mengatakan bahwa aplikasi j-lantah ini diyakini dapat mengumpulkan minyak jelantah yang potensinya sangat besar dari rumah tangga secara sistematis, terstruktur dan masif, konsisten dan terus menerus.

"Sehingga menghasilkan bahan baku biodiesel dalam jumlah yang cukup besar, untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar alternatif (biodiesel), baik di dalam negeri maupun untuk diekspor ke luar negeri," tambahnya.***

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

PT DEP Gelar National Convention Ke-4.

Senin, 5 Desember 2022 | 10:27 WIB

Industri Biodiesel Sudah Ikuti Aturan Pemerintah

Selasa, 15 November 2022 | 23:45 WIB

Penerapan SCR, Teknologi Mutakhir Kurangi Emisi PLTU

Minggu, 13 November 2022 | 22:30 WIB
X