Bos Lippo Beri Jalan Agar Sektor Properti Bangkit

- Senin, 5 September 2022 | 14:51 WIB
Chief Executive Officer PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady (Algooth Putranto)
Chief Executive Officer PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) John Riady (Algooth Putranto)

JAKARTA,suaramerdeka-jakarta.com- Direktur Eksekutif Lippo Group John Riady menilai tekanan inflasi serta kenaikan suku bunga acuan harus disikapi pelaku industri dan pemangku kebijakan secara cermat untuk mampu kembali mengungkit pertumbuhan sektor properti.

John melihat pemulihan sektor properti sepanjang paruh pertama tahun ini masih berada pada fase awal yang tergambarkan dari pertumbuhan kuartal kedua sebesar 18 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, namun kinerja sektor padat karya itu masih terbilang rentan.

"Realisasi kinerja sektor properti yang positif selama paruh pertama tahun ini dipicu beberapa penopang. Selain bertumpu pada permintaan yang masih sangat besar, berbagai produk properti bisa diserap pasar lantaran insentif fiskal dari pemerintah," tutur dia, Senin (5/9).

Insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) yang merupakan upaya stimulus ekonomi pemerintah selama pandemi, telah menopang permintaan sektor properti. Keberadaan insentif fiskal itu pun kembali menghidupkan sektor properti yang memiliki rantai bisnis sangat banyak.

“Pemerintah sudah sangat tepat memberikan insentif ke sektor properti karena memberikan dampak ganda terhadap perekonomian masyarakat,” ungkap John.

Pada lain sisi, insentif PPN DTP yang membantu daya beli masyarakat itu memiliki tenggat berlaku. Pada tahun ini, pemerintah mematok insentif tersebut diberikan hingga September.

Sebaliknya, kata John, memasuki semester II/2022 sektor properti justru kembali menghadapi tantangan yang signifikan. Misal, jelasnya, sejak memasuki paruh kedua tahun ini, pelaku industri harus menghadapi berbagai kenaikan harga, mulai dari material hingga ongkos distribusi.

“Itupun tercermin dari tingkat inflasi yang menembus 4,5 persen,” jelas John.

Kenaikan harga-harga tersebut pada akhirnya berpotensi melambungkan harga jual produk properti. Sewaktu harga properti tidak lagi terjangkau pada saat daya beli masyarakat juga tergerus kenaikan harga, maka kinerja pelaku industri bakal terancam dan berpotensi menjalar ke berbagai sektor lainnya termasuk perbankan.

Halaman:

Editor: Budi Nugraha

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Grand Opening Depo Bangunan Ke 12 Kota Medan

Minggu, 13 November 2022 | 17:02 WIB

KB Bukopin Serahkan 4 Unit Mobil Listrik ke Nasabah

Jumat, 11 November 2022 | 17:14 WIB

Akbar Djohan Raih Penghargaan BILA 2022

Rabu, 9 November 2022 | 12:55 WIB

Industri Properti Menunjukkan Tren Positif.

Selasa, 8 November 2022 | 11:47 WIB

Brightspot Market Kembali Hadir dengan 'Baju' Baru

Kamis, 3 November 2022 | 09:42 WIB
X