Investasi Harus Dibarengi Perbaikan di Dalam Negeri

- Senin, 12 September 2022 | 20:27 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Industri Republik India Piyush Goyal usai Forum Indo Pacific Economic Framework (IPEF) di Los Angeles, AS. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam pertemuan dengan Menteri Perdagangan dan Industri Republik India Piyush Goyal usai Forum Indo Pacific Economic Framework (IPEF) di Los Angeles, AS. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Upaya promosi investasi memang selayaknya dilakukan pemerintah. Meski demikian, pemerintah diminta tidak hanya fokus melakukan promosi.

"Akan tetapi juga memperbaiki iklim investasi di dalam negeri," kata Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus di Jakarta, Senin (12/9).

Sebelumnya, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto melakukan pendekatan dengan India, Jepang dan Selandia Baru. Hal itu dilakukannya di sela rangkaian Pertemuan Menteri Indo-Pacific Economic Framework (PTM) di Los Angeles, Amerika Serikat.

Pertemuan tersebut dilakukan terpisah dan membahas berbagai agenda. Diantaranya untuk memacu kerja sama ekonomi kedua negara.

Saat pertemuan, Airlangga juga mempromosikan ekonomi Indonesia yang berpeluang tumbuh 4,5 persen - 5,3 persen tahun 2022. Selain itu, tren kenaikan konsumsi, laju arus investasi yang terus naik masuk Indonesia, hingga surplus neraca dagang yang masih berlanjut.

Menurut Ahmad Heri Firdaus, upaya-upaya untuk menarik investasi memang perlu diupayakan. Baik promosi investasi ataupun memperbaiki iklim investasinya di dalam negeri.

"Jadi yang dilakukan adalah upaya jemput bola untuk menarik investor. Tapi jangan sampai dilupakan bagaimana perbaikan di sisi dalam negeri," ujarnya.

Kurang Bersahabat
Dia juga mewanti-wanti, agar jangan sampai investor yang masuk di Indonesia mendapati iklim investasi yang kurang bersahabat. Sebab kalau mereka diundang masuk Indonesia, tapi ternyata begitu calon investor melihat iklim investasi kurang bersahabat kan sayang.

"Nanti dia gak jadi. Disangkanya kita php (pemberi harapan palsu). Setiap investor pasti akan melakukan kajian sebelum memutuskan berinvestasi," tandasnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

2023 Jadi Tahun Pertaruhan Indonesia

Jumat, 9 Desember 2022 | 20:00 WIB

Perluas Layanan Perbankan, Bank DKI Gaet RS Pelni

Jumat, 9 Desember 2022 | 14:55 WIB

Pemerintah Harus Mudahkan Investor Jalankan Usaha

Kamis, 8 Desember 2022 | 21:10 WIB
X