Komisi VII DPR Dukung Jokowi Lanjutkan Hilirisasi Nikel

- Selasa, 13 September 2022 | 13:03 WIB
Aanggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin. (Dok. Partai Golkar)
Aanggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin. (Dok. Partai Golkar)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Komisi VII DPR RI memastikan akan terus mendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan hilirisasi nikel. Dukungan itu diberikan di tengah ancaman gugatan Uni Eropa ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO), terkait kebijakan larangan ekspor bahan mentah nikel.

"Ketegasan Jokowi dilandasi oleh amanah konstitusi, untuk dapat mengoptimalkan dan mengembangkan hilirisasi komoditas nikel," kata anggota Komisi VII DPR RI Mukhtarudin saat dihubungi, Selasa (13/9).

Sehingga, Indonesia memiliki nilai tambah yang besar untuk kepentingan nasional. Karenanya, kebijakan Presiden tentu akan terus didukung.

"Saatnya kita optimalkan sumber daya alam kita sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat. Apalagi hal itu sesuai amanat konstitusi," ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu menjelaskan, ketegasan Jokowi terkait larangan ekspor bahan mentah biji nikel ini menjadi kode keras kepada Kementerian BUMN. Sehingga lebih proaktif dan progresif, untuk mencari mitra usaha.

"Baik di dalam maupun luar negeri, dengan mengedepankan kepentingan nasional," tandasnya. Sebagai informasi, pemerintah melarang ekspor bijih nikel sejak 1 Januari 2020.

Keputusan itu tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 11 Tahun 2019. Kebijakan larangan ekspor ini tak hanya kepada bahan mentah biji nikel.

"Presiden juga berencana menambah daftar larangan ekspor komoditas, seperti tembaga dalam beberapa tahun ke depan," tegasnya.

Strategi
Dikatakan, saat ini tinggal bagaimana strategi untuk men-support kebijakan itu. Anggota Banggar DPR RI itu mengatakan, Indonesia tidak perlu takut dengan ancaman negara-negara Eropa, yang akan membawa masalah ini ke WTO.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pemerintah Harus Mudahkan Investor Jalankan Usaha

Kamis, 8 Desember 2022 | 21:10 WIB

BTN Bidik 5,8 Juta Generasi Milenial

Rabu, 7 Desember 2022 | 17:09 WIB

Bank Muamalat Pacu Penyaluran Pembiayaan Korporasi

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:33 WIB
X