Pemerintah Genjot Produktivitas Pangan dengan Rekayasa Genetika

- Selasa, 13 September 2022 | 20:58 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri rapat pembahasan Pengendalian Inflasi dengan Seluruh Kepala Daerah, yang dilakukan secara hybrid. Rapat dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Senin (12/9). (Ist.)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri rapat pembahasan Pengendalian Inflasi dengan Seluruh Kepala Daerah, yang dilakukan secara hybrid. Rapat dipimpin langsung oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara Jakarta, Senin (12/9). (Ist.)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Pemerintah mendorong penggunaan rekayasa genetik (GMO) untuk produk pertanian. Dimana GMO bisa untuk semua produk pertanian.

"Bukan cuma jagung, tetapi beras dan termasuk kedelai," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa (13/6).

Menurutnya, hal tersebut dibahas dalam rapat terbatas pada Senin (12/9). Dimana dalam ratas tersebut, pihaknya sudah meminta, karena ini hanya butuh peraturan dari Menteri Pertanian.

"Sehingga kita akan terus dorong, agar produktivitas terus meningkat," ujarnya. Airlangga juga menjelaskan, jika dengan bibit biasa, panen jagung hanya bisa 5-6 ton.

Namun dengan GMO mencapai 12-13 ton. Lagi pula, produk pangan seperti kedelai yang diimpor umumnya menggunakan produk GMO.

"Ketahanan pangan bukan saja menjadi prioritas. Namun target untuk kesejahteraan dan pemerataan," tandas Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Ketergantungan
Untuk itu pemerintah juga mendorong diversifikasi pangan lokal. Hal itu untuk menurunkan ketergantungan dari impor gandum.

"Hampir 25 persen kebutuhan masyarakat sudah meningkat untuk noodle dan roti. Yang perlu kita lakukan diversifikasi, salah satunya mencoba menanam untuk sorgum," tegasnya.

Kemudian yang kedua, mendorong penanaman tapioka untuk makanan. Dan ketiga adalah pemanfaatan kembali tepung sagu untuk kue kue.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X