Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Terus Tunjukkan Tren Positif

- Senin, 19 September 2022 | 21:15 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Meski masih dibayangi dengan meningkatnya risiko ketidakpastian global, ekonomi Indonesia mampu tumbuh impresif sebesar 5,44% pada Triwulan II 2022. Angka ini lebih baik dibanding negara lain yang mengalami perlambatan ekonomi pada Q2-2022 seperti Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Spanyol, Korea Selatan, dan Cina.

“Tren Inflasi berbagai negara di dunia mengalami kenaikan signifikan akibat krisis pangan dan energi. Amerika Serikat 8,3%, Uni Eropa 9%, Inggris 10%, dan Jerman 7,9%. Sedangkan Indonesia di bulan Juli 2022 masih 4,69%,” ungkap Airlangga, Senin (19/9/2022).

Ketua Umum Golkar itu juga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia juga terus menunjukkan tren positif, terlihat dari tingkat kemiskinan dan pengangguran yang menurun dan diiringi situasi sosial masyarakat yang membaik.

“Neraca perdagangan surplus 28 bulan berturut-turut dan ini menunjukkan bahwa Indonesia dalam penanganan ekonominya berada dalam jalur yang tepat. Di bulan Agustus 2022, neraca perdagangan masih surplus di USD5.76 miliar dan sektor non migas menjadi kunci utama,” ujar Airlangga.

Baca Juga: Jaga Daya Beli Masyarakat untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman menyampaikan dengan capaian kuartal II pada 2022 tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia berpeluang mencatatkan angkat di atas 5%. "Kalo kami sendiri untuk 2022 masih prediksi ekonomi Indonesia tumbuh di kisaran 5,17%," ujarnya.

Faisal mengungkapkan surplus perdagangan lebih besar dari perkiraan, bahkan terbesar dalam empat bulan. Surplus perdagangan Indonesia pada 22 Agustus menjadi USD5,76 miliar (vs USD4,22 miliar pada 22 Juli). Pada delapan bulan pertama tahun ini, neraca perdagangan mencatat surplus USD34,92 miliar, lebih besar dari surplus pada periode yang sama 2021 sebesar USD20,71 miliar.

"Kami masih melihat bahwa surplus perdagangan cenderung menyempit ke depan. Kami berharap impor dapat mengimbangi ekspor seiring dengan percepatan pemulihan ekonomi domestik," terangnya.

Faisal juga mengungkapkan perekonomian Indonesia tumbuh lebih kuat daripada yang diperkirakan pada Semester I 2022. Hal itu dipengaruhi aktivitas produksi dan konsumsi yang kuat. "Ini berarti permintaan impor bahan baku dan barang modal akan lebih kuat mengikuti," tambahnya.

Baca Juga: Inflasi Terkendali Jika Stok Pangan Aman

Halaman:

Editor: Fauzan Jazadi

Tags

Terkini

X