Bank KB Bukopin, Pioneer Obligasi Sosial Untuk Bank Swasta Di Indonesia

- Rabu, 21 September 2022 | 17:17 WIB
Event Agreement Signing Ceremony antara PT Bank KB Bukopin Tbk dengan IFC. ist
Event Agreement Signing Ceremony antara PT Bank KB Bukopin Tbk dengan IFC. ist


JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Mengusung tema “The First Social Bond For Private Sector Bank in Indonesia” PT Bank KB Bukopin Tbk menyelenggarakan Event Agreement Signing Ceremony di Ballroom The Langham Jakarta bersama International Finance Corporation (IFC) World Bank.

Event tersebut menjadi salah satu rangkaian acara simbolis perjanjian kerja sama antara Bank KB Bukopin bersama IFC dalam transaksi pinjaman luar negeri senilai US$300 Juta atau IDR 4,41 Trilun dari IFC. Pinjaman mencakup penerbitan obligasi sosial pertama oleh bank swasta di Indonesia.

Obligasi Sosial tersebut akan sepenuhnya didedikasikan untuk mendanai inisiatif sosial yang berfokus pada penanganan dampak sosial ekonomi akibat dari Covid-19 dan pembiayaan di segmen sosial seperti UMKM, perumahan yang terjangkau, perawatan kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur.

Turut hadir secara virtual dan memberikan sambutan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dikatakan, pemerintah mendukung kerja sama yang dilakukan oleh Bank KB Bukopin dengan IFC World Bank untuk penerbitan obligasi sosial ini, untuk membuka potensi investasi di Indonesia.

"Kerja sama ini diharapkan berkontribusi positif terhadap pertumbuhan perekonomian di Indonesia," ujarnya.

Bank KB Bukopin akan melakukan beberapa langkah setelah mendapat fasilitas pinjaman tersebut. Pihaknya berkomotmen untuk menyalurkan kredit ke tiga sektor utama dalam rangka mewujudkan keberlanjutan bisnis bagi pelaku usaha pasca pandemi. Yakni sektor ritel, sektor UKM, dan sektor komersial. Pihaknya pun telah membentuk tim khusus yang mengawasi distribusi dana ini agar diterima pada sektor yang telah ditentukan.

Direktur Surat Utang Negara Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Deni Ridwan mengatakan, pihaknya mencatat bahwa penerbitan social bond oleh KB Bukopin merupakan yang pertama bagi bank swasta di Indonesia.

"Pemerintah tentu sangat mengapresiasi skema yang dilakukan oleh KB Bukopin dengan IFC yang mendedikasikan pendanaan insentif sosial yang berfokus pada ketahan dan social ekonomi akibat pandemic Covid-19. Belajar dari penerbitan SDGs Bond dan Global Green Sukuk, ada peran penting di sini adalah menemukan partner yang tepat. Kami melihat pada program ini, sebagai stepping stone bagi KB Bukopin untuk mengembangkan instrument obligasi," ujarnya.

Sementara itu mewakili Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Direktur Bidang Koordinasi dan Pertambangan, Septian Hario Seto mengatakan, penerbitan obligasi sosial menjadi langkah yang baik untuk private sector bank di Indonesia.

"Ini adalah salah suatu langkah yang penting dalam recovery ekonomi Indonesia. Jadi saya kira momentum ini yang harus kita jaga ke depannya. Pinjaman dari obligasi sosial tersebut sejalan dengan program yang sedang disosialisasikan oleh pemerintah terkait keuangan berkelanjutan (sustainable finance) yang merupakan salah satu topik dari isu enam prioritas di bidang keuangan yang diangkat pada Presidensi G20 Indonesia," tuturnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Ingin Ikuti Kejayaan Kopi, Kampanye Teh Mulai Diseriusi

Jumat, 30 September 2022 | 14:08 WIB
X