Industri Dalam Negeri Hadapi Tantangan Baru

- Jumat, 23 September 2022 | 19:51 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meninjau pengembangan Kawasan Industri Berteknologi Tinggi di Kendal tarik minat investor dan tumbuhkan lapangan pekerjaan. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meninjau pengembangan Kawasan Industri Berteknologi Tinggi di Kendal tarik minat investor dan tumbuhkan lapangan pekerjaan. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Dunia industri menghadapi tantangan baru untuk bertahan. Dimana kenaikan harga BBM serta imbas dari konflik geopolitik, dirasakan betul oleh dunia industri.

"Karenanya, pemerintah bisa membantu mereka dengan cara memberikan stimulus, fasilitas maupun insentif," kata Peneliti Center of Industry, Trade and Investment dari INDEF Ahmad Heri Firdaus, Jumat (23/9).

Hal itu agar industri tetap berjalan. Sehingga bisa membuka lapangan kerja dan mendorong peningkatan investasi.

"Pertama, terkait kenaikan harga energi yang mengerek kenaikan harga transportasi. BBM naik, inflasi tinggi, suku bunga acuan meningkat, artinya bunga kredit juga lebih tinggi," ujarnya.

Sehingga mengancam ekspansi, yang tadinya siap ekspansi menjadi tertunda. Kenaikan harga transportasi dan juga sebagian bahan baku, makin memperberat ongkos produksi.

"Dikhawatirkan ada penyesuaian berupa pengurangan tenaga kerja. Jadi, kenaikan biaya produksi bisa menyebabkan tertundanya ekspansi," tandasnya.

Penyesuaian
Atau bahkan penyesuaian input produksi, dikhawatirkan mereka mengurangi tenaga kerja. Namun, pemerintah bisa membantu industri dengan cara memberikan stimulus maupun insentif.

"Agar industri tetap berjalan, katakan diberikan fasilitasi dalam rangka industri sedang mengalami tekanan harus dibantu. Katakan dalam biaya logistik, fasilitas ekspor, ekspor kan kapal mahal, diberikan diskon tarif listrik untuk jam tertentu, apapun yang bisa berdampak langsung terhadap industri," tegasnya.

Sejauh ini kata dia, pemerintah hanya memberikan bantuan pada masyarakat terdampak. Hal itu sebagai kompensasi atas kenaikan BBM, namun belum pada industri.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Ingin Ikuti Kejayaan Kopi, Kampanye Teh Mulai Diseriusi

Jumat, 30 September 2022 | 14:08 WIB
X