Industri Dalam Negeri Hadapi Tantangan Baru

- Jumat, 23 September 2022 | 19:51 WIB
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meninjau pengembangan Kawasan Industri Berteknologi Tinggi di Kendal tarik minat investor dan tumbuhkan lapangan pekerjaan. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meninjau pengembangan Kawasan Industri Berteknologi Tinggi di Kendal tarik minat investor dan tumbuhkan lapangan pekerjaan. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

Adapun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan, kemampuan industri menjadi unsur utama bagi ketahanan ekonomi sebuah negara di masa pandemi. Dimama industri akan mendorong penciptaan lapangan kerja.

"Dan memerlukan sektor perdagangan dalam distribusi. Serta mendorong peningkatan investasi," tuturnya.

Oleh karena itu, lanjutnya, G20 harus mendorong upaya peningkatan di sektor industri, perdagangan dan untuk lebih menarik investasi. "Ini merupakan seruan bagi negara-negara G20 untuk bekerja sama lebih baik lagi," imbuhnya.

Dukungan
Khususnya dalam memberikan dukungan yang diperlukan. Hal itu guna mendorong aspek-aspek industri dan perdagangan yang mengadopsi teknologi, khususnya di negara-negara berkembang.

Ahmad mengatakan, keanggotaan Indonesia dalam sejumlah forum seperti G20, ASEAN maupun lainnya diharapkan bisa memperkuat kerjasama yang menguntungkan. Kerjasama untuk aliran barang dan jasa yang lebih lancar, perlu dilakukan pertemuan dalam forum seperti kemarin itu.

"Negosiasi untuk menurunkan tarif non tarif, dan kerjasama investasi perdagangan yang menguntungkan saya rasa banyak," paparnya.

Namun, ada tantangan baru, dimana sejumlah negara melakukan restriksi ekspor untuk menjaga stok mereka. Harusnya, dalam forum seperti G20 ini bisa dibicarakan lebih jauh tentang global supply chain, dan diyakinkan bahwa bisa menjalin kerjasama tanpa restriksi.

Sedangkan Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Piter Abdullah mengungkapkan, permasalahan ekonomi saat ini terjadi dalam tingkatan global. Dan bukan di domestik.

"Yang jelas kita memang berhadapan dengan global. Sekarang itu tantangannya ada di global, bukan di domestik," ungkapnya.

Gejolak
Menurutnya, persoalan global berdampak pada ekonomi Indonesai seperti pandemi Covid-19. Masih ada gejolak geopolitik perang Rusia-Ukraina, yang kemudian menjadi pemicu atas disrupsi mata rantai pasokan global.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

Pemerintah Harus Mudahkan Investor Jalankan Usaha

Kamis, 8 Desember 2022 | 21:10 WIB

BTN Bidik 5,8 Juta Generasi Milenial

Rabu, 7 Desember 2022 | 17:09 WIB

Bank Muamalat Pacu Penyaluran Pembiayaan Korporasi

Selasa, 6 Desember 2022 | 13:33 WIB
X