Manfaatkan Momentum Perfect Storm Global untuk Tarik Investasi

- Rabu, 28 September 2022 | 19:33 WIB
Ilustrasi investasi. (Pixabay/@goumbik) (@goumbik)
Ilustrasi investasi. (Pixabay/@goumbik) (@goumbik)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Indonesia harus bisa memanfaatkan momentum perekonomian global, yang sedang tidak baik-baik saja. Ekonomi dunia diprediksi menghadapai perfect storm, akibat resesi global serta krisis pangan dan energi.

"Manfaatkan momentum ini. Sayangnya, selama ini kita suka telat memanfaatkan momentum," kata Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS) Yose Rizal Damuri, Rabu (28/9).

Menurutnya, momentum itu harus dimanfaatkan Indonesia untuk menarik investasi ke Indonesia. Untuk itu, Indonesia harus menjaga iklim investasi dan usaha tetap kondusif di tengah ketidakpastian global.

"Harus konsisten melakukan perbaikan iklim usaha dan iklim investasi. Sehingga Indonesia punya daya tarik, daya saing lebih di antara negara-negara yang saat ini sedang bermasalah," ujarnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengajak seluruh elemen bangsa Indonesia - baik pemerintah maupun masyarakat - untuk mewaspadai besarnya dampak ekonomi. Khususnya akibat gelombang resesi global yang saat ini melanda dunia.

Adapun Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menjelaskan, perekonomian global tengah dihadapkan pada tantangan yang disebut dengan the perfect storm atau 5C. Yaitu Covid-19, conflict Rusia-Ukraina, climate change, commodity prices dan cost of living.

"Salah satu sektor kunci dalam menghadapi terpaan krisis global adalah industri pangan. Sebab, ketersediaan pangan yang dapat dijangkau berbagai pihak dinilai mampu menjaga stabilitas ekonomi nasional," ujar Ketua Umum Partai Holkar itu.

Bertahan
Karenanya, Yose menggariskan beberapa hal agar Indonesia bisa bertahan. Sekaligus memanfaatkan momentum ketidakstabilan golbal.

"Pemerintah perlu mempunyai intrumen kebijakan makro yang adaptif. Contohnya, ketika suku bunga diperlukan naik, maka bank sentral dan pemerintah juga harus langsung merespons cepat," tandasnya.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X