Pemerintah Harus Siapkan Infrastruktur Digital dan Tingkatkan SDM

- Kamis, 29 September 2022 | 20:12 WIB
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berharap ekonomi digital di Indonesia diharapkan bisa terus meningkat. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto berharap ekonomi digital di Indonesia diharapkan bisa terus meningkat. (Biro KLIP Kemenko Perekonomian)

JAKARTA, suaramerdeka-jakarta.com - Pemerintah diminta tidak hanya menyiapkan infrastruktur, tetapi juga meningkatkan sumber daya manusia (SDM). Hal itu terkait pertumbuhan ekonomi digital, yang akan sangat dinikmati oleh kaum muda Indonesia.

"Potensi bisnis digital oleh kaum muda, baik itu generasi milenial maupun Gen Z, bisa lebih dioptimalkan lagi," kata peneliti Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Eliza Mardian, Kamis (29/9).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, nilai ekonomi digital Indonesia akan mencapai 150 miliar dolar AS di tahun 2025. Dalam digitalisasi ASEAN, Indonesia memimpin dengan porsi sebesar 40 persen.

"Dan pada tahun 2030, diprediksi akan mengalami peningkatan. Para mahasiswa inilah yang akan menjadi sumber SDM dan talenta digital kita ke depan," ujar Airlangga.

Yang mana tentunya harus dipersiapkan untuk menghadapi transformasi digital. Apalagi, bisnis digital di kalangan muda sangat potensial.

"Hal itu mengingat penetrasi yang paling tinggi memang di usia muda. Saat ini, wadah untuk berbisnis bagi kaum muda adalah melalui e-commerce," tandas Eliza.

Belum Sanggup
Dia menambahkan, pangsa pasar yang besar ternyata belum sanggup dipenuhi pelaku usaha dalam negeri. Dimana berdasarkan data BPS, kendala yang paling banyak dihadapi oleh para e-commerce karena faktor demand.

"Artinya dari sisi demand-nya perlu kita tingkatkan. Mayoritas masyarakat Indonesia menggunakan internet untuk hiburan, berkomunikasi," tegasnya.

Sedangkan untuk aktivitas ekonomi, belum setinggi itu. Untuk mengonversi pengguna internet menjadi aktivitas ekonomi membutuhkan transformasi paradigma di berbagai level stakeholders.

Halaman:

Editor: Arif Muhammad Iqbal

Tags

Terkini

X